TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo telah melakukan berbagai persiapan dalam menyambut kunjungan wisatawan selama libur panjang Lebaran 2026 ini. Target angka kunjungan pun telah dipasang.
Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman mengatakan target angka kunjungan di libur Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan libur Lebaran di tahun sebelumnya.
"Kami berani memasang target sekitar 100 ribu wisatawan yang datang ke Kulon Progo saat libur Lebaran," katanya pada Sabtu (21/03/2026).
Target tahun ini lebih tinggi dibanding realisasi libur Lebaran 2025 yang mencapai 99.154 wisatawan datang berkunjung. Meski Kulon Progo pernah menembus angka 118.108 wisatawan yang datang berkunjung pada libur Lebaran 2023 silam.
Target tahun ini diupayakan bisa tercapai dari 10 destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo. Namun tidak menutup kemungkinan target bisa tercapai dari kunjungan ke desa wisata hingga destinasi wisata swasta.
"Kami siapkan seluruh destinasi wisata sebaik mungkin agar bisa dikunjungi wisatawan dengan nyaman selama libur Lebaran," jelas Sutarman.
Pihaknya pun telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Kulon Progo terkait libur Lebaran tahun ini. Edaran ditujukan pada para pelaku usaha wisata, meliputi usaha kuliner hingga usaha jasa pariwisata.
Sutarman mengimbau agar pelaku wisata menyampaikan harga dan produknya secara transparan ke wisatawan. Termasuk untuk tidak menerapkan harga yang tidak wajar selama libur Lebaran.
"Wisatawan bisa melaporkan keluhannya saat libur Lebaran ke kami lewat media sosial atau call center yang disediakan," ujarnya.
Menurut Sutarman, pihaknya turut berkolaborasi secara lintas sektor dalam memastikan kelancaran masa libur Lebaran ini. Libur kali ini diharapkan mampu memberikan efek positif bagi perekonomian daerah.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan secara khusus memberikan perhatian pada kebersihan di destinasi wisata. Ia meminta agar pelaku wisata hingga pengelola destinasi menjaga kebersihan lingkungan selama masa libur Lebaran.
"Kami juga sudah menyiapkan tempat sampah di setiap destinasi wisata yang ditangani oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) serta pengelola destinasi," kata Agung.