Jakarta (ANTARA) - Khatib shalat Id Masjid Aceh Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kapten Infanteri Zulkhaizir mengatakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum bagi warga Aceh untuk bangkit dari berbagai kesulitan akibat bencana banjir.

"Idul Fitri ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bangkit kembali dari luka, dari duka, dari kesulitan serta memulai lembaran baru dengan hati yang bersih," kata Khatib Zulkhaizir dalam shalat Id yang diikuti Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinet di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu.

Dia mengatakan beberapa bulan lalu, tepatnya 26 November 2025, masyarakat Aceh mengalami musibah banjir. Bencana itu, kata dia, harus dimaknai sebagai kuasa dari Tuhan (Allah).

Khatib pun mengutip ayat Al Quran dalam Surat Al A'raf ayat 96 yang berbunyi, "Sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai keberkahan dari langit dan dari bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan yang selalu mereka kerjakan."

"Kebanyakan daripada kita manusia banyak yang ingkar kepada Allah sehingga Allah memberikan azab sesuai dengan apa yang kita kerjakan," katanya.

Dia juga mengingatkan warga penyintas bencana agar bersikap sabar dan tawakal dalam mengatasi berbagai dampak yang terjadi akibat bencana.

"Ingat, Allah memberikan kepada hamba-Nya sesuai dengan kadar kemampuan," katanya.

Khatib mengatakan bahwa Aceh sudah mulai menunjukkan kebangkitan dari dampak bencana dengan berbagai aspek kehidupan yang berangsur membaik, berkat dukungan berbagai bantuan pascabencana dari Pemerintah Pusat.

Oleh sebab itu, dia mengajak warga untuk semakin mempererat persatuan dan kesatuan serta saling membantu untuk mempercepat pemulihan bencana agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal.

Pelaksanaan shalat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto diikuti sekitar 1.300 umat termasuk para penyintas bencana di daerah itu.

Prabowo didampingi sejumlah jajaran seperti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Hadir juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.

Seusai shalat Id, Kepala Negara juga mengikuti halal bihalal, bersalaman dengan warga, membagikan kebutuhan pokok, serta meninjau hunian sementara (huntara) penyintas bencana.