Sempat Diguyur Hujan, Warga Transmigrasi Tanjung Buka Bulungan Tetap Semangat Salat Idul Fitri
Cornel Dimas Satrio March 21, 2026 01:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 di kawasan Transmigrasi Satuan Permukiman 2 (SP2), Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (21/3/2026).

Sejak pagi hari, warga datang sembari menenteng payung ke Masjid Baitussalamam, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri.

Pasalnya, kawasan SP2 Desa Tanjung Buka dilanda hujan deras sejak dini hari.

Meski gerimis dan mendung, semangat masyarakat untuk menunaikan Salat Id tetap tinggi.

Sejumlah warga terlihat membawa payung, sementara lainnya berjalan kaki bersama keluarga menuju masjid.

21032026 lebaran di Desa Tanjung Buka
DIGUYUR HUJAN - Warga Transmigrasi Desa Tanjung Buka SP2, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara mengenakan payung usai melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Baitussalam, Sabtu (21/3/2026). Warga tetap semangat menunaikan Salat Idul Fitri meski Desa Tanjung Buka sempat diguyut hujan deras.

Baca juga: Muhammadiyah Bulungan Salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Arrahman, Ini Jadwal dan Petugasnya

Anak-anak hingga orang tua tampak mengenakan pakaian terbaik mereka untuk menyambut hari kemenangan bagi umat muslim di seluruh dunia ini.

Para ibu mengenakan mukena berwarna-warni, sementara anak-anak terlihat ceria mengikuti orang tua mereka. 
Kehangatan suasana Idul Fitri terasa dari senyum dan sapa yang saling terjalin di antara warga.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri dipimpin Imam Amir Khoiri, yang dalam kotbahnya mengajak jamaah untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur di hari kemenangan.

"Idul Fitri adalah hari yang mulia, semata-mata hari kemenangan setelah sebulan penuh kita berjuang melawan hawa nafsu," ujarnya di hadapan jamaah usai Salat Id.

Ia juga mengingatkan, Ramadan yang telah dilalui bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk melembutkan hati melalui tadarus Al-Qur'an serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Ramadan mendekatkan diri kita kepada Allah, agar kita mendapatkan ampunan-Nya. Kita juga telah menunaikan zakat di akhir Ramadan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama," jelasnya.

Suasana semakin terasa haru saat jamaah saling bersalaman usai Salat Id.

Momen tersebut dimanfaatkan warga untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan SP2, Desa Tanjung Buka.

Meski diguyur cuaca yang kurang bersahabat, pelaksanaan Salat Id tetap berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan.

Hari kemenangan ini menjadi momen berharga bagi warga untuk kembali fitri, memperbaiki diri, dan melanjutkan kehidupan dengan hati yang lebih bersih.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.