Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua menyiagakan personel guna menghadapi potensi bencana selama libur Lebaran 1447 Hijriah, menyusul peningkatan intensitas cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

"Pemerintah daerah telah menyiagakan tim sebagai langkah antisipasi," kata Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri di Jayapura, Sabtu.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sebagai upaya meminimalkan risiko bencana.

Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, terjadi peningkatan aktivitas atmosfer berupa pertemuan massa angin atau konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan, peningkatan kecepatan angin, serta gelombang laut yang cukup tinggi.

“Ini bukan situasi cuaca biasa sehingga harus disikapi dengan kewaspadaan penuh,” ujarnya.

Gelombang laut di sejumlah perairan Papua, menurut prakiraan BMKG, berpotensi mencapai 2,5 hingga empat meter, terutama di wilayah Jayapura, Sarmi, Mamberamo, Biak, Serui, hingga Waropen.

Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya nelayan tradisional dan transportasi laut skala kecil.

"Kami juga mengimbau nelayan menunda melaut jika kondisi tidak memungkinkan serta selalu memantau informasi cuaca terbaru," katanya.

Masyarakat pesisir, kata dia, juga perlu mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang. Selain itu, warga di daerah rawan longsor dan bantaran sungai juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

"Pemerintah kabupaten dan organisasi perangkat daerah juga siaga penuh guna memastikan respons cepat saat terjadi keadaan darurat," ujarnya.

Menurutnya, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga tidak ada yang lebih penting dari nyawa manusia.

"Kami bakal terus membangun koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk, serta mengajak masyarakat untuk bijak membaca tanda-tanda alam dan tidak lengah terhadap potensi bencana," katanya.