TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Pelalawan Riau tetap siaga selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah.
Untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana kebakaran selama libur Idul Fitri 2026.
Mengingat banyak rumah yang ditinggal kosong oleh masyarakat yang mudik maupun pulang ke kampung halaman
Insiden kebakaran sering melanda bangunan atau rumah masyarakat di saat pergi berlibur maupun melakukan perjalanan.
Masyarakat harus mengantisipasi hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran selama libur lebaran.
"Sejatinya Damkar tidak ada hari libur. Personil kita tetap siaga di Posko masing-masing meskipun Idul Fitri. Mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran," ujar Kepala DPKP Pelalawan, Indra Putra kepada tribunpekanbaru.com, Sabtu (21/3/2026).
Damkar Pelalawan tetap menempatkan personilnya di setiap pos dalam 1x24 jam selama libur Nataru.
Baca juga: Cabut Stop Kontak Listrik, Damkar Pelalawan Ingatkan Potensi Kebakaran Selama Mudik
Baca juga: H-1 Hari Raya Idul Fitri, Arus Mudik di Jalintim Pelalawan Lancar dan Mulai Sepi
Warga yang membutuhkan bantuan Damkar tinggal menghubungi call centre di nomor 08117671113.
Selain markas utama Damkar di Pangkalan Kerinci, ada empat Pos Komando (Posko) Damkar di kecamatan dengan nomor kontak yang berbeda.
Diantaranya Pos Damkar Kecamatan Ukui call centre 085117335113, Pos Damkar Kecamatan Pangkalan Kuras 085179965113, Pos Damkar Kecamatan Langgam 085183035113, dan Pos Damkar Bandar Seikijang 085179985113.
"Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, silahkan dihubungi nomor call centre yang ada," tambah Indra Putra.
Dinas Damkar Pelalawan memberikan beberapa tips bagi masyarakat yang mudik agar tidak terjadi kebakaran rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Yang terutama mematikan aliran listrik yang tidak perlukan selama rumah tidak ada penghuninya.
"Seluruh steker dan stop kontak yang tidak dipakai harus dicabut. Jika dibiarkan berpotensi terjadi korsleting listrik," tambah Indra Putra.
Kemudian memastikan kompor masak dalam kondisi mati dan mencabut regulator tabung gas serta menutup gas dengan rapat ke tempat yang aman.
Selanjutnya memastikan seluruh jendela dan pintu dalam keadaan terkunci dengan baik.
"Titipkan kunci ke orang yang dipercaya. Disarankan melapor ke Ketua RT, petugas keamanan atau tetangga terdekat. Jadi bisa terpantau," ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)