Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat perdamaian dunia.
"Semangat Idul Fitri ini mudah-mudahan, damai bisa menjadi bagian dari inspirasi semua kepala negara, inspirasi semua warga bangsa bahwa memang yang kita butuhkan adalah suasana yang aman, suasana yang damai, suasana yang tentram," kata Khofifah setelah melaksanakan Shalat Id di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu.
Dia menegaskan perdamaian merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika global, mengingat konflik hanya membawa dampak negatif, baik dari sisi ekonomi maupun stabilitas sosial masyarakat.
"Tidak ada yang menang di dalam peperangan ini. Kita merasakan bahwa dampak ekonomi akibat dari suplai crude oil, dan kita bisa merasakan resiko-resiko ekonomi, risiko stabilitas struktur sosial masyarakat, jadi kita tidak ingin hal ini berkepanjangan," ujar Khofifah.
Selain itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, antara lain melalui koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok.
"Bersama Pak Wagub juga, kami ini berlapis-lapis melakukan rapat koordinasi pertama bahwa kita melakukan stabilisasi harga dengan berbagai macam cara kita memastikan distribusi bapok (bahan pokok) bisa sampai terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau," tutur Khofifah.
Pemprov Jatim, sambung dia, juga berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina Patra Niaga guna memastikan kesiapan layanan energi, termasuk penyediaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) portabel di sejumlah titik strategis, khususnya di ruas tol baru Gending-Besuki.
Selain itu, Pemprov Jatim telah memfasilitasi program mudik gratis bagi masyarakat dengan total 9.230 peserta yang telah tiba dengan selamat di daerah tujuan masing-masing di 20 kabupaten/kota.
"Total ada 9.230 yang kapal, yang Jakarta, atau yang Jawa Timur dengan 20 titik Kabupaten/Kota, dan mereka sudah sampai dengan selamat di rumah masing-masing, bahagia, dan bisa melaksanakan silaturahim dengan maksimal," ungkap Khofifah.
Lebih lanjut, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menjaga tradisi silaturahmi dan saling memaafkan sebagai bagian penyempurna ibadah Ramadhan.
"Tradisi silaturahmi ini harus terus dijaga, saling memaafkan memang tidak harus menunggu hari raya Idul Fitri, tetapi silaturahmi dan saling memaafkan saat Idul Fitri adalah bagian yang dapat menyempurnakan ibadah Ramadhan kita," kata Khofifah.







