Mereka dilarang berkumpul di lapangan terbuka yang biasanya menampung ribuan orang.
Pemerintah menyebut keputusan ini sebagai langkah pencegahan demi keamanan publik.
Para pejabat terus memantau situasi konflik dan serangan yang melibatkan Iran.
Larangan ini dianggap melanggar tradisi umum yang biasanya dilakukan umat Muslim.
Perang yang sedang berlangsung kini sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari di wilayah Teluk.
Sementara itu, Kuwait Petroleum Corporation sedang berjuang memadamkan kebakaran besar.
Api membakar satu unit di Kilang Mina Al Ahmadi pada Jumat pagi, 20 Maret 2026.
Kebakaran tersebut dipicu oleh serangan pesawat tanpa awak atau drone.