Pria Ini Jalan Kaki Dari Riau ke Surabaya Demi Ibu yang Sakit, Kisahnya Berubah di Karawang
Adrianus Adhi March 21, 2026 05:49 PM

SURYA.co.id, Surabaya - Di tengah arus mudik, kisah Arifin dari Pekanbaru menyentuh hati. Berjalan kaki hingga Karawang demi menjenguk ibunya di Surabaya, ia akhirnya mendapat uluran tangan petugas yang membantunya melanjutkan perjalanan.

Arifin berangkat dari Pekanbaru dengan tujuan menjenguk ibunya yang sakit di Surabaya.

“Dari Sumatera, Pekanbaru mau jenguk ibu yang sakit di Surabayat,” ujarnya dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com

Ia hanya membawa pakaian seadanya dalam ransel hitam dan sebuah bantal leher. Namun, setibanya di Jakarta, uang yang dimiliki habis.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026 Makin Nyaman, WINGS Food Siapkan Pondok Rehat di Jalur Tol dan Non Tol

Dalam kondisi terbatas, ia sempat menumpang kendaraan hingga Bekasi. Setelah itu, tanpa ongkos, ia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Karawang.

“Saya berjalan kaki dari Bekasi. Tapi kalau dari Medan ke Bekasi ada tumpangan,” katanya.

Langkah demi langkah ia tempuh, menahan lelah demi bisa sampai ke sisi ibunya.

Ditemukan Petugas dalam Kondisi Lelah

Kisah Arifin berubah ketika petugas pos pengamanan Kaizen melihatnya kelelahan di pinggir jalan. Ia kemudian dibawa ke pos untuk beristirahat.

Setelah berbincang, terungkap bahwa Arifin sedang berjuang menuju Surabaya tanpa ongkos. Petugas tersentuh oleh kisahnya.

Atas arahan Kapolres Karawang, bantuan segera diberikan, yakni:

  • Tiket bus menuju Surabaya dibelikan.
  • Uang saku diberikan untuk bekal perjalanan.
  • Arifin diantar ke Terminal Klari dan dititipkan kepada kru bus agar tiba dengan selamat.

Langkah cepat ini menjadi wujud nyata kepedulian di tengah tugas pengamanan arus mudik.

Pesan Kepolisian

Mendapat bantuan di saat paling sulit, Arifin tak kuasa menahan haru. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada petugas sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga: 3 Gaya Menkeu Purbaya Rayakan Lebaran 2026, Pakai Baju Tanah Abang hingga Tiadakan Open House

Perjalanan panjangnya belum usai, tetapi kini ia tidak lagi berjalan sendirian tanpa arah.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri jika mengalami kesulitan di perjalanan.

Pemudik diminta segera mendatangi pos pengamanan terdekat untuk mendapatkan bantuan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik riuh mudik, ada cerita perjuangan yang membutuhkan uluran tangan sesama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.