Persma Manado Bantah Tudingan Intervensi Pemain, Manager: Hoaks dan Siap Tempuh Jalur Hukum
Gryfid Talumedun March 21, 2026 04:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polemik dugaan intervensi terhadap pemain sepak bola di Sulawesi Utara kian memanas jelang bergulirnya kompetisi Liga 4.

Manajemen Persma Manado angkat bicara menanggapi tudingan dari pihak Persmin Minahasa terkait adanya tekanan terhadap salah satu pemain yang disebut bekerja di Bank SulutGo (BSG).

Manager Persma Manado, Christian Yokung, dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut.

Ia menilai informasi yang beredar tidak berdasar dan menyesatkan, bahkan dinilai telah mencatut nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Gubernur.

Baca juga: Duel Persma Manado vs Persmin Minahasa Tandai Kebangkitan Sepakbola Sulut

Yokung memastikan, pihaknya tidak pernah melakukan komunikasi, apalagi intervensi terhadap pemain, baik melalui organisasi, pihak perbankan, maupun secara pribadi.

Ia juga menyayangkan adanya oknum yang menyebarkan narasi tersebut ke publik hingga memicu kesan negatif terhadap hubungan antara Persma dan Persmin.

“Kami sangat menyayangkan oknum yang membawa nama Persmin. Sejak awal, hubungan dan komunikasi kami dengan manajemen Persmin berjalan baik dan terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yokung meminta manajemen Persmin Minahasa segera memberikan klarifikasi terbuka, termasuk dari pemain yang menyampaikan tudingan tersebut, guna menghindari kesimpangsiuran informasi.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena telah menyeret nama besar, termasuk Gubernur Sulawesi Utara.

“Jika tidak segera diluruskan, kami akan menempuh jalur hukum karena ini sudah mencemarkan nama baik manajemen Persma dan kepala daerah,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya melalui Humas Persmin Minahasa, Jeffry Uno, pihak klub mengungkap adanya dugaan tekanan mental terhadap salah satu pemain mereka yang juga merupakan pegawai bank daerah di bawah Pemprov Sulut.

Tekanan tersebut disebut berupa pembatasan izin dari pimpinan cabang hingga dugaan upaya sistematis untuk memaksa pemain tersebut bergabung dengan Persma Manado.

Jeffry menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi yang tidak etis dan mencederai profesionalisme dalam dunia sepak bola daerah. Ia juga menyinggung dugaan pencatutan nama Gubernur Sulut untuk memperkuat tekanan.

Meski begitu, pihak Persmin menegaskan tetap percaya bahwa Gubernur tidak berpihak pada salah satu klub dan menjunjung tinggi netralitas serta sportivitas.

"Sepak bola Sulawesi Utara tidak boleh dirusak oleh kepentingan sempit. Liga 4 harus menjadi ajang yang bersih, adil, dan bermartabat,” ujar Jeffry.

Polemik ini pun menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah persiapan menuju Liga 4. Kedua pihak kini sama-sama menunggu klarifikasi agar persoalan tidak berlarut-larut.

Jika tidak segera menemukan titik terang, konflik ini berpotensi berlanjut ke ranah hukum dan mencoreng citra sepak bola Sulawesi Utara yang tengah berbenah. (Ren)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.