TRIBUNNEWS.COM – Nama Elkan Baggott kembali menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia setelah dipanggil lagi ke Timnas Indonesia pada era kepelatihan John Herdman.
Bek jangkung berdarah Indonesia-Inggris itu kembali membuka lembaran baru bersama skuad Garuda setelah sempat menghilang cukup lama dari panggung internasional.
Elkan William Tio Baggott dikenal sebagai salah satu bek tengah masa depan Indonesia. Lahir pada 23 Oktober 2002, ia memiliki darah campuran Indonesia dan Inggris serta tumbuh dalam kultur sepak bola Eropa.
Dengan tinggi mencapai sekitar 196 cm, Baggott memiliki keunggulan utama dalam duel udara, baik saat bertahan maupun membantu serangan melalui bola mati.
Gaya bermainnya dikenal lugas, kuat dalam duel satu lawan satu, serta cukup tenang dalam mengalirkan bola dari lini belakang.
Karier profesionalnya berkembang di Inggris bersama Ipswich Town, klub yang menjadi tempatnya menimba pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas permainan di level kompetitif Eropa.
Baggott mulai mencuri perhatian sejak menjalani debut bersama Timnas Indonesia di usia muda. Ia kemudian menjadi bagian penting lini pertahanan Garuda dalam beberapa ajang besar, termasuk Piala AFF dan Piala Asia.
Namun, perjalanan internasionalnya sempat terhenti.
Penampilan terakhirnya bersama Timnas Indonesia terjadi pada babak 16 besar Piala Asia 2023 melawan Australia pada Januari 2024.
Total, ia telah mencetak 23 penampilan bersama Timnas Indonesia dan mencetak 2 gol.
Setelah itu, ia tidak lagi masuk dalam skuad selama lebih dari dua tahun, meski terjadi pergantian pelatih dari Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis: Skuad Garuda OTW Panen Poin FIFA
Kembalinya Elkan Baggott akhirnya terjadi pada tahun 2026, tepat setelah kursi pelatih Timnas Indonesia dipegang oleh John Herdman.
Awalnya, John Herdman memanggil 41 pemain. Namun hanya 24 pemain yang dipilih, termasuk Elkan Baggott.
Pelatih asal Kanada tersebut secara langsung memasukkan nama Baggott dalam daftar pemain untuk ajang FIFA Series 2026, menandakan bahwa sang bek masih menjadi bagian penting dalam rencana tim.
Bahkan, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa pemanggilan Baggott merupakan kebutuhan khusus dari Herdman dalam memperkuat lini pertahanan.
Di FIFA Series, Timnas Indonesia akan melawan Saint Kitts and Nevis terlebih dahulu Jumat, 27 Maret 2026, pukul 20.00 WIB.
Jika menang, Timnas Indonesia akan melawan pemenang antara Kepulauan Solomon atau Bulgaria di final. Sementara tim yang kalah akan saling bentrok untuk memperebutkan tempat ketiga.
Terlepas dari itu, comeback ini juga mengakhiri penantian panjang publik yang ingin melihat kembali aksi bek berusia 23 tahun tersebut bersama Garuda.
Kehadiran Elkan Baggott membuat lini belakang Timnas Indonesia semakin solid. Ia berpotensi membentuk duet ideal bersama bek-bek lain seperti Jay Idzes atau Justin Hubner.
Dengan postur tinggi dan pengalaman bermain di Inggris, Baggott diprediksi menjadi kunci dalam membangun pertahanan kokoh, bahkan disebut bisa membantu menciptakan “tembok” di lini belakang Timnas Indonesia.
Comeback ini bukan sekadar pemanggilan biasa. Bagi Elkan Baggott, ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Timnas Indonesia.
Dengan usia yang masih relatif muda dan pengalaman Eropa yang terus bertambah, masa depan Baggott bersama Garuda masih sangat panjang.
Elkan Baggott, yang memiliki nama lengkap Elkan William Tio Baggott, lahir pada 23 Oktober 2002 di Bangkok, Thailand. Ia merupakan pemain sepak bola profesional yang berposisi sebagai bek tengah atau bek kiri dan saat ini bermain untuk Blackpool dengan status pinjaman dari Ipswich Town.
Baggott memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan Inggris dari ayahnya. Ia menjadi salah satu talenta muda yang kini memperkuat Timnas Indonesia serta mencuri perhatian lewat kiprahnya di Inggris.
Baggott menghabiskan masa kecilnya di Bangkok sebelum mulai mengenal sepak bola melalui Soccer Schools International (SSI) di Jakarta. Akademi tersebut didukung oleh Arsenal dan dikelola oleh Max Belli, yang melihat potensi besar dalam diri Baggott.
Selain berlatih sepak bola, ia juga menempuh pendidikan di British School Jakarta, di mana ia sempat menjabat sebagai kapten tim sepak bola sekolah. Pada 2011, keluarganya kemudian pindah ke Inggris, yang menjadi titik awal perkembangan karier profesionalnya.
Pada 2019, Baggott bergabung dengan Ipswich Town melalui program beasiswa dua tahun. Ia menjalani debut senior pada 6 Oktober 2020 saat Ipswich menang 2-0 atas Gillingham di Carabao Cup.
Pada Januari 2021, Baggott menandatangani kontrak profesional pertamanya yang berlaku hingga 2023, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Ia kemudian mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di liga profesional Inggris saat menjalani debut di League One melawan Rotherham United pada April 2022.
Sempat dipinjamkan ke beberapa klub Inggris, Baggott kini telah memperpanjang kontraknya di Ipswich Town hingga 2028.
Namun, pada musim 2025/2026, perannya di tim utama masih terbatas. Ia baru mencatatkan delapan penampilan dan mencetak satu gol bersama Ipswich.
Ironisnya, Baggott belum merasakan bermain di kompetisi kasta kedua Liga Inggris, Championship, pada musim ini. Ia lebih sering tampil bersama tim U-21 dengan catatan enam penampilan, serta dua penampilan bersama tim senior di ajang Piala FA.
Situasi tersebut membuat menit bermainnya di level tertinggi masih belum maksimal, meski potensinya sebagai salah satu bek masa depan Timnas Indonesia tetap menjanjikan.
(Tribunnews.com/Ali)