TRIBUNMANADO.CO.ID – Momen Idul Fitri biasanya identik dengan makanan lezat dan berbagai hidangan khas Lebaran.
Namun, terlalu menikmati santapan tanpa kontrol justru dapat memicu munculnya beberapa penyakit setelah Lebaran yang kerap dialami masyarakat.
Setelah perayaan Idul Fitri, bukan hanya momen kebersamaan yang tersisa, tetapi juga sejumlah risiko kesehatan yang sering muncul.
Kebiasaan menikmati hidangan lezat secara berlebihan, dari makanan bersantan hingga gorengan dan kudapan manis, membuat tubuh rentan terkena berbagai penyakit pasca Lebaran.
Baca juga: Waspada Asam Urat Usai Lebaran, Kenali Gejala dan Cara Cepat Meredakannya
Salah satu yang paling sering dialami adalah asam urat, akibat konsumsi daging merah, jeroan, dan makanan laut secara berlebihan.
Nyeri sendi mendadak, bengkak, kemerahan, dan rasa panas di jempol kaki menjadi gejala yang kerap muncul.
Selain itu, gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, atau mual juga kerap menghantui, terutama bila pola makan mendadak berubah drastis.
Tak kalah penting, lonjakan gula darah dan kolesterol setelah Lebaran bisa memicu masalah serius, terutama bagi penderita diabetes atau penyakit jantung.
Untuk itu, menjaga asupan makanan, memperbanyak minum air putih, dan kembali ke pola makan seimbang menjadi kunci agar tubuh kembali sehat dan bugar.
Momen Lebaran seharusnya menjadi perayaan kebersamaan, bukan sumber penyakit.
Dengan kesadaran menjaga gaya hidup sehat, kita tetap bisa menikmati kemenangan tanpa harus membayar mahal dengan gangguan kesehatan.
1. Asam Urat
Konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan seafood berlebih dapat meningkatkan kadar asam urat.
Gejalanya meliputi nyeri sendi mendadak, bengkak, kemerahan, dan rasa panas, terutama di jempol kaki.
Pencegahan bisa dilakukan dengan membatasi makanan pemicu, banyak minum air putih, serta tetap aktif bergerak.
2. Kolesterol Tinggi dan Masalah Jantung
Hidangan bersantan, gorengan, dan makanan berlemak tinggi selama Lebaran berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Hal ini dapat memicu tekanan darah tinggi, sakit jantung, atau stroke bagi yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.
3. Gangguan Pencernaan
Makan berlebihan atau konsumsi makanan manis secara berlebihan dapat menimbulkan sakit perut, diare, atau sembelit.
Penting untuk menjaga pola makan seimbang dan konsumsi cukup serat dari sayur dan buah.
4. Diabetes dan Lonjakan Gula Darah
Bagi penderita diabetes, konsumsi makanan manis berlebihan saat Lebaran dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berisiko menimbulkan komplikasi.
Mengontrol porsi makanan manis dan rutin memantau gula darah menjadi kunci utama.
Dengan kesadaran menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, momen Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini