TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Suasana malam takbiran di kawasan Perumahan Tlogosari, Semarang, tampil berbeda tahun ini.
Jika biasanya kereta odong-odong mendominasi jalanan, warga RW 14 Kelurahan Tlogosari Kulon memilih melakukan gebrakan dengan mengarak puluhan bajaj hias untuk menyambut Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) malam.
Sebanyak 25 unit bajaj yang telah didekorasi dengan kembang manggar warna-warni dan ornamen khas Lebaran menyusuri rute sepanjang 5 kilometer.
Pawai ini menjadi magnet perhatian warga saat melintasi rute dari Masjid Al-Ikhlas Kawung, Bundaran Tlogosari, hingga Jalan Woltermonginsidi.
Ketua Panitia Malam Takbiran Masjid Al Ikhlas, Arianto Wibowo, mengungkapkan pemilihan armada bajaj ini didasari atas tren moda transportasi roda tiga tersebut yang tengah naik daun di Kota Atlas, khususnya di kawasan permukiman.
"Biasanya kami menyewa kereta odong-odong. Namun, tahun ini kami ingin mencoba konsep lain yaitu arak-arakan bajaj karena memang sedang tren di Semarang," jelas Arianto, Sabtu (21/3/2026).
Baca juga: Soroti Pengeroyokan Tongtek Maut di Kayen, Plt Bupati Pati Larang Hiburan Malam Saat Lebaran
Syiar Kreatif untuk Generasi Muda
Kegiatan yang melibatkan anak-anak, remaja, hingga kelompok ibu-ibu dari lingkungan RW 14 ini bertujuan untuk menanamkan kegembiraan dalam merayakan hari kemenangan usai sebulan penuh berpuasa.
Gema takbir berkumandang sepanjang perjalanan yang melintasi Jalan Kyai Syakir, Jalan Syuhada, hingga kembali ke titik awal di Jalan Nogososro.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Efan (10), salah satu peserta cilik, mengaku pengalaman naik bajaj hias memberikan sensasi berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
"Senang banget bisa naik bajaj berkeliling. Tahun kemarin naiknya odong-odong, sekarang lebih seru naik bajaj," ungkapnya penuh keceriaan.
Malam Takbiran Semarang di wilayah Pedurungan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Di sepanjang jalur pawai, rombongan bajaj Tlogosari bersinggungan dengan arak-arakan dari wilayah lain yang menggunakan mobil hias, becak, hingga peserta jalan kaki, menciptakan atmosfer perayaan yang sangat meriah namun tetap kondusif.
Pihak panitia berharap inovasi konsep pawai seperti ini dapat terus dikembangkan setiap tahunnya untuk menjaga kelestarian tradisi lokal dengan sentuhan kekinian. (arl)
Baca juga: KAI Wisata Targetkan 50 Ribu Pengunjung di Lawang Sewu Selama Libur Lebaran 2026