Tribunlampung.co.id, Jakarta - Hari raya biasanya identik dengan meja makan keluarga dan pelukan hangat setelah salat Id. Namun bagi sebagian orang, Lebaran juga berarti menempuh perjalanan menuju tempat yang berbeda, seperti rumah tahanan, demi melepas rindu yang tertunda.
Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh keluarga para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk melepas rindu.
Usai melakukan kunjungan, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, Silvia Rinita Harefa, membagikan cerita menarik sekaligus memperlihatkan jatah makanan yang didapat para tahanan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, Silvia keluar dari Rutan KPK sekitar pukul 13.09 WIB.
Dia menenteng kantong plastik merah dan satu kotak makan berbahan karton warna putih.
Baca juga: Gus Yaqut Hilang dari Rutan KPK? Istri Eks Wamenaker Blak-blakan Keberadaan Eks Menag
Langkahnya terlihat santai, meski kunjungan singkat itu jelas membawa banyak cerita dari dalam rutan.
Kepada awak media, ia secara blak-blakan membuka kotak tersebut untuk menunjukkan menu standar yang didapatkan oleh para tahanan di dalam rutan.
Dari dalam kotak, terlihat porsi makanan yang terdiri dari bungkusan nasi, semangkuk plastik kecil berisi sayur bening dengan isian wortel dan buncis, sebutir buah jeruk, serta telur balado.
"Ini boleh nih kita lihat ya. Coba nih lihat. Tuh, ada sayur, nasi, buahnya terus sama apa... telur," ucap Silvia seraya menunjukkan isi kotak makanan tersebut.
Menariknya, makanan rutan tersebut ternyata sengaja tidak dikonsumsi oleh para tahanan di hari perayaan ini.
Silvia mengungkapkan bahwa sang suami justru menyuruhnya untuk membawa pulang jatah makanan itu agar pihak keluarga tahu apa yang mereka makan sehari-hari.
"Enggak (dimakan tahanan), disuruh bawa biar merasakan katanya keluarga makanannya," ungkapnya santai.
Sebagai gantinya, para tahanan menyantap hidangan khas Lebaran yang dibawakan langsung oleh pihak keluarga dari luar.
Silvia menceritakan para keluarga tahanan bahkan sudah berkoordinasi satu sama lain agar menu yang dibawa bisa saling melengkapi untuk dinikmati bersama di dalam rutan.
"Emang dari koordinatornya di grup, masing-masing keluarga bawa. Ada yang semur, snack, buah-buahan. Aku kebetulan kebagian dapat sayur dan ketupat," jelas Silvia.
Ia menambahkan bahwa tidak ada permintaan khusus dari suaminya, asalkan makanan tersebut merupakan hidangan khas Lebaran.
Lantaran banyaknya keluarga yang datang menjenguk secara bersamaan, ia sempat menyeletuk bahwa kondisi di dalam rutan terasa sangat panas.
Adapun kunjungan ini merupakan bagian dari kelonggaran dan layanan khusus dari KPK untuk menghormati hak beragama para tahanan pada momen perayaan Idul Fitri.
Silvia membeberkan bahwa durasi kunjungan tatap muka kali ini terasa lebih leluasa.
"Dari jam 10 sampai jam 1. Jadi kalau hari raya, dilebihkan satu jam dari hari biasa," katanya.
Di dalam rutan, suasana kunjungan diwarnai dengan obrolan hangat seputar kabar dan keadaan keluarga masing-masing.
Meski berlangsung di balik dinding rumah tahanan, percakapan sederhana itu tetap terasa seperti pertemuan keluarga pada umumnya.
Sebagai informasi, Immanuel Ebenezer alias Noel saat ini berstatus sebagai tahanan KPK dan tengah menjalani proses persidangan.
Ia didakwa atas kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan pemerasan terkait penerbitan serta perpanjangan sertifikasi lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama menjabat sebagai Wamenaker pada periode Oktober 2024 hingga Agustus 2025.
Terlepas dari proses hukum yang sedang berjalan, Silvia memastikan kondisi suaminya terpantau baik di hari raya ini.
"Pada sehat sih. Kelihatan sehat," ujarnya.