Fasilitas Nuklir Natanz Diserang Amerika Serikat dan Israel, Iran Klaim Rakyatnya Aman
Refly Permana March 21, 2026 07:49 PM

 

SRIPOKU.COM - Amerika Serikat dan Israel mengklaim berhasil melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Natanz, Sabtu (21/3/2026).

Kebocoran radioaktif dicemaskan menyasar ke warga setempat buntut dari serangan tersebut.

Namun, menurut pihak Iran, warga mereka sejauh ini baik-baik saja.

Kebocoran radioaktif juga dikabarkan tidak terjadi.

Baca juga: Detik-detik AS Serang 3 Fasilitas Nuklir Iran, Jet Siluman B-2 Luncurkan Bom 13 Ton

Mengutip dari berbagai sumber, kebocoran radioaktif bisa memberikan dampak negatif untuk siapa saja yang terkena.

Kondisi ini sangat membahayakan karena sulit terdetesi lantaran tidak terlihat.

Selain manusia, lingkungan juga bisa rusak.

Kebocoran radioaktif dari radiasi nuklir, misalnya, bisa merusak jaringan kulit dan menyebabkan kerontokan rambut.

Sekedar informasi, fasilitas nuklir Natanz berada di kota Natanz yang dijadikan tempat pengayaan uranium.

Pada Juni 2025, fasilitas nuklir Natanz sempat terkena serangan Israel.

Baca juga: Gerakan Senyap Intelijen Israel Habisi Jenderal & Ilmuwan Nuklir Iran, Selundupkan Drone Dalam Koper

Organisasi energi atom Republik Islam juga mengkonfirmasi serangan itu, menggambarkannya sebagai bagian dari serangan lanjutan terhadap infrastruktur Iran.

“Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merampingkan terhadap negara kita, negara ini. Kompleks pengayaan Natanz ditargetkan pagi ini,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh Tasnim. 

Para pejabat mengatakan "tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan" di wilayah Iran tengah di mana fasilitas itu berada.

Pengawas nuklir PBB mengatakan bahwa “tidak ada konsekuensi radiologis” yang diharapkan dari serangan sebelumnya.

Fasilitas nuklir ini terletak hampir 220 kilometer (135 mil) tenggara Teheran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.