Tribungayo.com, BISNIS - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil pada perdagangan Sabtu, 21 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari pertama Idul Fitri. Setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, harga emas kini tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam tetap berada di level Rp2.893.000 per gram, sama seperti perdagangan sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback yang bertahan di angka Rp2.610.000 per gram.
Stabilnya harga ini terjadi usai emas Antam mengalami penurunan signifikan dalam dua hari sebelumnya. Meski demikian, posisi harga saat ini masih jauh dari rekor tertinggi yang sempat dicapai pada 29 Januari 2026, yakni Rp3.168.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Antam Terjun Bebas Dua Hari Beruntun, Anjlok Rp50.000 per Gram
Stabilnya harga emas di hari pertama Lebaran ini menjadi perhatian investor dan masyarakat, setelah sebelumnya terjadi tekanan cukup besar pada harga logam mulia.
Harga emas dunia mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat, 20 Maret 2026, hingga mencatatkan kinerja mingguan terburuk dalam 15 tahun terakhir. Kekhawatiran investor terhadap dampak ekonomi dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama pelemahan ini.
Mengutip CNBC, harga kontrak berjangka emas turun 0,7 persen ke level USD 4.574,90 per ounce. Dalam sepekan, logam mulia ini telah anjlok hingga 9,6 persen, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak September 2011.
Tak hanya itu, emas juga berada di jalur untuk mencatatkan performa bulanan terburuk sejak Oktober 2008. Meski demikian, secara tahunan harga emas masih mencatat kenaikan lebih dari 5 persen sepanjang 2026.
Tekanan juga terjadi pada perak. Harga kontrak berjangka perak turun lebih dari 2 persen ke USD 69,66 per ounce, sekaligus mencatat penurunan selama tiga pekan berturut-turut dengan total pelemahan lebih dari 14 persen.
Gejolak pasar ini tak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Volatilitas harga minyak yang sempat menyentuh USD 112 per barel turut memengaruhi sentimen investor, sehingga mendorong aksi jual besar-besaran di pasar logam mulia.
Baca juga: Polres Aceh Tengah Amankan Salat Idul Fitri, Lalu Lintas Diatur Demi Kenyamanan Jemaah
Baca juga: Ribuan Warga Padati Musara Alun, Lebaran 1447 H di Aceh Tengah Penuh Khidmat
Baca juga: Pawai Obor Semarakkan Takbir Keliling di Kute Lintang, Ratusan Warga Antusias Sambut Idul Fitri