TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebanyak 31 narapidana kasus korupsi di Gorontalo menerima potongan masa tahanan spesial atau disebut Remisi Khusus (RK) Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Seluruhnya memperoleh pengurangan masa pidana dalam kategori RK I atau tidak langsung bebas.
Remisi Khusus I (RK I) merupakan pengurangan sebagian masa pidana yang diberikan kepada narapidana yang masih harus menjalani sisa hukuman setelah remisi diberikan.
Berdasarkan dokumen resmi, para narapidana tersebut menjalani pidana di Lapas Kelas IIA Gorontalo dengan besaran remisi bervariasi antara 15 hari hingga 1 bulan, tergantung masa pidana yang telah dijalani.
Baca juga: Nama-nama Napi di Gorontalo Langsung Bebas Saat Idulfitri 2026
1.Sabri Alamri — 19/06/2024, 2 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 17/05/2026
2.Suprianto Ali — 07/02/2025, 1 tahun 6 bulan, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 07/06/2026
3.Sopyas Taghulihi — 07/02/2025, 1 tahun 8 bulan, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 06/08/2026
4.Zibran Kadir — 28/05/2024, 3 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 15/11/2026
5.Zubair Pomalingo — 01/08/2025, 1 tahun 6 bulan, remisi ke-1, 15 hari, tanggal bebas 13/12/2026
6.Asep Rukman Nurhakim — 21/03/2024, 4 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 04/08/2027
7.Irfan Jumadi — 20/05/2024, 4 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 07/11/2027
8.Yamin Sahmin Lihawa — 24/12/2024, 4 tahun, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 25/10/2028
9.Rokhmat Nurkholis — 05/12/2024, 4 tahun, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 06/10/2028
10.Arfan Igirisa — 28/10/2021, 9 tahun, remisi ke-4, 1 bulan 15 hari, tanggal bebas 30/11/2028
11.M. Reza Eka Prasetya — 04/07/2025, 4 tahun, remisi ke-1, 15 hari, tanggal bebas 08/12/2028
12.Syamsudin Kadir — 19/09/2022, 1 tahun 6 bulan, remisi ke-4, 1 bulan 15 hari, tanggal bebas 23/12/2028
13.Safrin Liputo — 20/10/2023, 6 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 23/01/2029
14.Irfan Ahmad Asui — 17/03/2025, 4 tahun, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 15/02/2029
15.,Kris Wahyudin Thaib — 05/12/2024, 4 tahun 6 bulan, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 04/04/2029
16.Romen S. Lantu — 05/12/2024, 4 tahun 6 bulan, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 04/04/2029
17.Yaiful Akbar Maksum — 18/07/2018, 2 tahun 6 bulan, remisi ke-4, 1 bulan 15 hari, tanggal bebas 09/04/2029
18.Rollis Masaniku — 11/07/2022, 8 tahun, remisi ke-3, 1 bulan, tanggal bebas 17/04/2029
19.Raymon Datau — 30/08/2022, 8 tahun, remisi ke-4, 1 bulan 15 hari, tanggal bebas 27/04/2029
20.Muh Yamin Ahmad — 20/03/2024, 6 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 22/08/2029
21.Zainuddin Monoarfa — 22/03/2024, 6 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 24/08/2029
22.Isworo — 01/08/2022, 8 tahun 6 bulan, remisi ke-4, 1 bulan 15 hari, tanggal bebas 05/10/2029
23.Djufri Husain — 27/01/2023, 8 tahun, remisi ke-3, 1 bulan, tanggal bebas 03/12/2029
24.Abimanyu Aulia Akbar — mulai ditahan 18/03/2025, pidana 5 tahun, remisi ke-1, mendapat 1 bulan, tanggal bebas 16/02/2030
25.Midi Sena — 30/05/2023, 8 tahun, remisi ke-3, 1 bulan, tanggal bebas 19/07/2030
26.Denny Juaeni — 26/03/2025, 5 tahun 6 bulan, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 23/08/2030
27.Rusli Zubair Gobel — 17/05/2024, 7 tahun, remisi ke-2, 1 bulan, tanggal bebas 03/11/2030
28.Yusar Laya — 01/09/2023, 8 tahun, remisi ke-3, 1 bulan, tanggal bebas 20/11/2030
29.Mengki Pomanto — 16/02/2022, 7 tahun, remisi ke-5, 1 bulan, tanggal bebas 07/06/2031
30.Hasan Adam — 15/10/2020, 4 tahun 6 bulan, remisi ke-4, 1 bulan 15 hari, tanggal bebas 08/07/2031
31.Erman Leonard Paerah — 06/11/2024, 10 tahun, remisi ke-1, 1 bulan, tanggal bebas 05/04/2034
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Gorontalo, Bambang Haryanto, menyatakan remisi diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada narapidana yang memenuhi syarat.
“Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang taat hukum dan bermanfaat,” ujar Bambang.
Remisi Idulfitri tahun ini diberikan kepada ratusan narapidana di Gorontalo, termasuk 31 narapidana kasus korupsi yang seluruhnya menerima pengurangan masa pidana tanpa langsung bebas. (*)