TRIBUNBEKASI.COM, SAMARINDA- Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya angkat bicara usai disinggung Presiden RI Prabowo Subianto terkait pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp 8,5 miliar di tengah dorongan efisiensi anggaran.
Pernyataan Presiden sebelumnya disampaikan dalam sebuah wawancara bersama sejumlah ahli dan memicu perbincangan luas di media sosial.
Rudy menyampaikan respons tersebut usai melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu (21/3/2026).
Rudy mengaku mengapresiasi teguran terbuka yang disampaikan Kepala Negara kepada para kepala daerah.
Ia menilai pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pemimpin daerah agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan.
"Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk mengingatkan semuanya. Tetapi berkaitan dengan statement Bapak Presiden, tentunya mengingatkan kepada semua kepala daerah di seluruh Indonesia bahwa presensi sangat menjadi penting," ujar Rudy.
Rudy menegaskan polemik pengadaan mobil dinas jenis Range Rover itu sebenarnya telah diselesaikan sejak awal Maret 2026.
Menurutnya, proses pembatalan hingga pengembalian kendaraan telah dilakukan lengkap dengan penyelesaian administrasi.
"Alhamdulillah tanggal 2 Maret sebenarnya kami sudah mengumumkan dan administrasinya sudah selesai. Administrasi kelarnya tanggal 11 Maret," jelasnya.
Ia juga memastikan langkah tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri.
"Sudah kita sampaikan juga dengan Pak Mendagri dan Wamen Mendagri bahwa kendaraan dinas sudah kita kembalikan," tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung pengadaan mobil dinas gubernur yang nilainya mencapai Rp8 miliar.
Ia membandingkan kendaraan dinas tersebut dengan mobil operasional yang digunakannya, yakni mobil Maung buatan PT Pindad (Persero).
Menurut Prabowo, mobil nasional tersebut memiliki harga jauh lebih rendah meski telah dilengkapi fitur anti-peluru.
Hal itu disampaikan Prabowo saat mengundang jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026).
"Kita buka-bukaan ya. Ada pemerintah daerah dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 M. Saya Presiden Republik Indonesia, saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Iya kan? Harganya Rp700 juta itu. Mungkin karena ini Presiden ya ada anti peluru. Dengan anti peluru mungkin harganya Rp1 M tapi tidak Rp8 M," katanya dikutip dari kompas.com
Dalam kesempatan yang sama, Rudy turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kalimantan Timur, atas polemik yang sempat berkembang.
Ia menegaskan terbuka terhadap kritik serta siap dikawal dalam pengambilan kebijakan ke depan.
"Kami mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Kami sangat mendengarkan seluruh kritik dan saran. Tolong kami untuk bisa dikawal, kita bersama-sama membangun Kalimantan Timur," tuturnya.