Petaka Malam Takbir di Kediri, Tiga Pemuda Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Ledakan Mercon
Sri Wahyuni March 21, 2026 08:02 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Petasan meledak di Kabupaten Kediri pada malam takbiran Idul Fitri 2026, Jumat (20/3/2026) malam.

Ledakan itu mengakibatkan tiga pemuda dirawat di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di area kebun bambu, Desa Krecek Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, yang berada di belakang permukiman warga dan tertutup rimbunan bambu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ledakan terjadi sebanyak tiga kali dengan suara dentuman keras yang sempat membuat warga sekitar panik dan keluar rumah untuk mencari sumber suara.

Akibat kejadian itu, tiga korban masing-masing berinisial MZA (20), AD (18) dan AR (26) mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas dari Polsek Pare bersama tim Inafis Satreskrim Polres Kediri langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga.

Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan mengatakan, lokasi kejadian berada di area yang cukup tertutup sehingga aktivitas pembuatan atau penggunaan petasan tidak terpantau oleh masyarakat.

"Lokasi kejadian berada di area belakang rumah warga dan tertutup oleh rimbunan bambu, sehingga aktivitas tersebut tidak banyak terpantau oleh masyarakat sekitar," katanya.

Baca juga: Ditinggal Saat Lebaran, Rumah Warga di Ngancar Kediri Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Hari menjelaskan, dari hasil sementara, tidak ditemukan adanya kerusakan material di sekitar lokasi kejadian, namun kondisi korban cukup memprihatinkan.

Hingga hari ini, satu korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif, sementara dua korban lainnya sudah berada di ruang perawatan dengan kondisi mulai membaik.

Seluruh korban kini dirawat di RS HVA Pare dan mendapatkan penanganan dari tim medis.

Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sosialisasi terkait bahaya petasan sebenarnya telah gencar dilakukan, baik melalui media sosial maupun melalui peran Bhabinkamtibmas dan perangkat desa.

"Kapolres Kediri telah memberikan imbauan melalui berbagai media, termasuk flyer dan media sosial. Edukasi juga dilakukan langsung ke masyarakat," imbaunya

Meski demikian, masih ditemukan adanya warga yang nekat membuat atau menyalakan petasan secara sembunyi-sembunyi, terutama menjelang malam takbir.

Saat ini, tim Inafis dan Satreskrim Polres Kediri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.

Polisi juga memastikan akan meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari, khususnya saat momen hari besar keagamaan.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.