Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Suasana malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Kediri diwarnai insiden ledakan petasan yang mengakibatkan tiga pemuda harus mendapatkan perawatan medis, Jumat (20/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi di area kebun bambu, Desa Krecek Kecamatan Badas yang berada di belakang permukiman warga dan tertutup rimbunan bambu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ledakan terjadi sebanyak tiga kali dengan suara dentuman keras yang sempat membuat warga sekitar panik dan keluar rumah untuk mencari sumber suara.
Akibat kejadian itu, tiga korban masing-masing berinisial MZA (20), AD (18) dan AR (26) mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Ledakan Petasan di Jombang, 3 Pelajar Luka Jelang Malam Takbiran
Petugas dari Polsek Pare bersama tim Inafis Satreskrim Polres Kediri langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga.
Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan mengatakan, lokasi kejadian berada di area yang cukup tertutup sehingga aktivitas pembuatan atau penggunaan petasan tidak terpantau oleh masyarakat.
"Lokasi kejadian berada di area belakang rumah warga dan tertutup oleh rimbunan bambu, sehingga aktivitas tersebut tidak banyak terpantau oleh masyarakat sekitar," katanya.
Hari menjelaskan, dari hasil sementara, tidak ditemukan adanya kerusakan material di sekitar lokasi kejadian, namun kondisi korban cukup memprihatinkan.
Hingga hari ini, satu korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif, sementara dua korban lainnya sudah berada di ruang perawatan dengan kondisi mulai membaik.
Seluruh korban kini dirawat di RS HVA Pare dan mendapatkan penanganan dari tim medis.
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sosialisasi terkait bahaya petasan sebenarnya telah gencar dilakukan, baik melalui media sosial maupun melalui peran Bhabinkamtibmas dan perangkat desa.
"Kapolres Kediri telah memberikan imbauan melalui berbagai media, termasuk flyer dan media sosial. Edukasi juga dilakukan langsung ke masyarakat," imbaunya
Meski demikian, masih ditemukan adanya warga yang nekat membuat atau menyalakan petasan secara sembunyi-sembunyi, terutama menjelang malam takbir.
Saat ini, tim Inafis dan Satreskrim Polres Kediri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.
Polisi juga memastikan akan meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari, khususnya saat momen hari besar keagamaan