Momentum Idul Fitri, Bupati Gowa Ajak Warga Perkuat Persatuan untuk Pembangunan Daerah
Muh Hasim Arfah March 21, 2026 08:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA- Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Syekh Yusuf, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (21/3/2026). 

Ribuan jamaah memadati area masjid sejak pagi.

Idulfiri menjadikan momen hari kemenangan ini sebagai ruang mempererat kebersamaan dan persatuan.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah

Dandim 1409/Gowa, Letkol Inf. Heri Kuswanto, Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis didampingi Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis serta sejumlah pimpinan SKPD dan masyarakat 

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi kelanjutan dari nilai-nilai Ramadan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Bukan Hanya di Ballroom, Jemaah Salat Idulfitri Juga Padati Parkiran Claro Makassar

“Idul Fitri adalah panggilan untuk merawat persatuan dan menghadirkan kepedulian sosial dalam tindakan sehari-hari. Dari situlah kekuatan pembangunan lahir,” ujarnya.

Husniah menyampaikan, capaian pembangunan Kabupaten Gowa dalam setahun terakhir menunjukkan tren positif.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata, penurunan angka kemiskinan, hingga meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk memperluas manfaat pembangunan agar lebih merata.

"Tugas kita memastikan setiap kemajuan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan harus terasa adil dan inklusif, bukan hanya tercatat dalam angka,” lanjutnya.

Ia juga mendorong peran generasi muda sebagai motor penggerak inovasi di daerah. 

Menurutnya, keberanian menghadirkan gagasan baru menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan.

“Pemuda Gowa harus tampil sebagai penggerak perubahan. Dengan ide dan semangat baru, mereka menjadi energi penting dalam mendorong daerah ini semakin kompetitif,” tegasnya.

Sementara itu, khatib Shalat Idul Fitri, Riza Muhammad, dalam khutbahnya menekankan bahwa hari kemenangan merupakan ujian untuk menjaga nilai-nilai Ramadan, khususnya empati dan kepedulian sosial.

“Puasa melatih kita merasakan lapar dan memahami sesama. Kemenangan ini berarti saat kita terus menjaga empati itu, hadir dalam kebaikan, dan tidak membiarkan ada yang tertinggal, termasuk dalam ikhtiar menghapus kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri pun berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan dan kemajuan Gowa ke depan.(*)

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.