Lebaran 2026, 2.482 Kendaraan Tercatat Keluar dari Exit Tol Prambanan Klaten, Terbanyak Sore Hari!
Vincentius Jyestha Candraditya March 21, 2026 09:18 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Terjadi kenaikan jumlah kendaraan yang keluar dari Exit Tol Prambanan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, pada hari H Lebaran Idul Fitri 1447 H / 2026 M, hingga lebih dari 1.000 kendaraan, Sabtu (21/3/2026).

Meskipun demikian, naiknya volume kendaraan yang keluar dari Exit Tol Prambanan tidak menyebabkan kemacetan yang parah.

Kepala Pos Terpadu Exit Tol Prambanan AKP Suparjo mengatakan kenaikan jumlah kendaraan yang keluar dari Exit Tol Prambanan terjadi mulai pukul 11.00 WIB.

"Terjadi kenaikan kendaraan yang keluar dari exit tol Prambanan, mulai siang tadi," kata Suparjo, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga: Lebaran 2026 : Tol Solo-Jogja Lancar, Tapi Exit Tol Prambanan Klaten Padat Merayap, Antrean Mengular

Suparjo mengatakan hingga pukul 18.00 WIB,  total kendaraan yang keluar dari exit tol Prambanan mencapai 2.482 kendaraan.

Dia mengatakan, kendaraan yang keluar dari exit tol paling banyak terjadi di mulai pukul 16.00 sampai pukul 17.00 WIB.

"Puncak kendaraan yang keluar dari exit tol Prambanan terbanyak terjadi pada sore tadi antara pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, yaitu sekitar 1.522 kendaraan," kata daia.

Dia mengatakan meskipun terjadi kenaikan jumlah kendaraan yang keluar dari exit tol, tidak mencapai kemacetan.

Baca juga: Arus Lalu Lintas Jalan Raya Klaten Meningkat, Mulai dari Delanggu hingga Pusat Kota

Kenaikan jumlah volume kendaraan yang keluar dari exit tol Prambanan itu hanya berimbas pada antrean panjang di lampu merah.

"Ini merupakan tertinggi pada lebaran tahun ini, namun  banyaknya kendaraan yang keluar tidak menyebabkan kemacetan dan hanya menumpuk di lampu merah," kata dia.

Dia mengatakan, saat tingginya jumlah kendaraan yang keluar dari exit tol Prambanan, pihaknya berkoordinasi dengan pos terdekat di perbatasan Klaten-Sleman.

Ia mengatakan dalam rekayasa lalu lintas dilakukan dengan menarik kendaraan dadi tol menuju jalan Arteri Solo-Jogja.

"Penarikan juga dilakukan dari Prambanan Sleman untuk keseimbangan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas," kata dia.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.