Gara-gara Sopir Ngantuk, Mobil Pemudik Terbakar Usai Terjun ke Parit, Nasib Penumpang?
Septrina Ayu Simanjorang March 21, 2026 10:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Gara-gara sopir ngantuk, mobil pemudik terbakar usai terjun ke parit.

Nasib penumpang pun disorot usai kecelakaan tersebut.

Kecelakaan ini terjadi saat pemudik melintas di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, Jumat (20/3/2026) pagi.

Baca juga: Bupati Masinton Pastikan Percepat Pemulihan Bencana di Tapteng Kotak Masuk

Kecelakaan ini pun sangat mengagetkan orang-orang di dalam mobil. 

Dalam mobil tersebut ada empat penumpang.

Para penumpang dalam mobil tersebut seluruhnya berhasil menyelamatkan diri tanpa luka.

Awalnya mobil yang membawa pemudik itu melaju dari arah Palembang menuju wilayah Cempaka.

Baca juga: Baru 1 Bulan Diperbaiki, Jalan Nasional Rusak Padahal Anggaran Proyek Rp 18,39 M, Kini Dievaluasi

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi diduga mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi saat berkendara.

Dalam kondisi tersebut, mobil keluar dari jalur lalu lintas dan terjun ke parit di sisi jalan.

Benturan keras tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga menghantam tungku masak milik warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Situasi semakin memburuk ketika terjadi kebocoran bahan bakar dari kendaraan.

TERJUN KE PARIT - Petugas kepolisian bersama warga memadamkan mobil pemudik yang hangus terbakar usai kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, OKU Timur, Jumat (20/3/2026). Seluruh penumpang berhasil selamat setelah kendaraan diduga terjun ke parit akibat pengemudi mengantuk.


Percikan api dari tungku yang tertabrak diduga menjadi pemicu kebakaran hingga akhirnya mobil dilalap api dan hangus terbakar seluruhnya.

Meski kendaraan tidak dapat diselamatkan, seluruh penumpang berhasil keluar dari mobil sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Mereka dipastikan selamat tanpa mengalami luka, sebuah faktor yang dinilai sebagai keberuntungan di tengah insiden tersebut.

Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Baca juga: FENOMENA Penduduk Jakarta Bertambah Usai Lebaran, Anggota DPRD Ingatkan Pendatang Harus Punya Skill

Aparat kepolisian dari Polres OKU Timur melalui Polsek Cempaka dan Unit Laka Satlantas bergerak cepat begitu menerima laporan. 

Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar untuk memadamkan api serta mengevakuasi kendaraan dari lokasi kejadian.

Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang menempuh perjalanan jauh.

Ia menekankan bahwa rasa kantuk saat berkendara merupakan ancaman serius yang kerap diabaikan.

Baca juga: Mehnaz Nazeera Jenguk Fadia Arafiq di Rutan KPK, Disebut Terima Rp2,5 M dari Sang Bupati

“Banyak kecelakaan terjadi bukan karena kondisi jalan, tetapi karena pengemudi tidak dalam kondisi prima. Jangan pernah memaksakan diri. Jika lelah atau mengantuk, segera menepi dan beristirahat,” tegasnya, Sabtu (21/3/2026).

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengingatkan bahwa faktor kelelahan memiliki risiko yang sama besar dengan pelanggaran lalu lintas lainnya.

Menurutnya, perjalanan mudik identik dengan jarak tempuh panjang dan waktu berkendara yang lama sehingga pengemudi harus mampu mengelola kondisi fisik dengan baik.

“Mengantuk saat berkendara sama berbahayanya dengan mengemudi dalam kondisi tidak layak. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan rest area, pos pelayanan, atau tempat aman lainnya untuk beristirahat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kepolisian telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung selama arus mudik melalui Operasi Ketupat Musi 2026, termasuk layanan darurat yang dapat diakses masyarakat kapan saja.

“Jika mengalami kendala di perjalanan, segera hubungi layanan 110. Petugas kami siap membantu,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam perjalanan mudik.

Polda Sumatera Selatan pun terus meningkatkan edukasi serta pengawasan di jalur-jalur rawan kecelakaan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama Lebaran, disiplin dan kesadaran pengemudi menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman hingga tujuan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.