TRIBUNJATIM.COM - Simak hukum puasa Syawal sebelum bayar utang puasa Ramadan.
Umat Islam disunnahkan berpuasa Syawal atau puasa yang dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal.
Puasa ini memiliki keutamaan seperti puasa selama satu tahun.
Untuk pelaksanaannya, ulama sudah memberikan petunjuk.
Baca juga: Kapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H? Sidang Isbat 1 Syawal Digelar 19 Maret 2026
Persis satu hari setelah Idul Fitri, menurut Madzhab Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan ulama lainnya, kita dianjurkan melaksanakan ibadah puasa selama enam hari.
Anjuran tersebut berdasarkan hadits: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Sungguh Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.'" (HR Muslim no. 1164)
Bila memungkinkan, sebaiknya puasa sunnah Syawal dilaksanakan satu hari setelah hari Lebaran dan berurutan, tepatnya 2–7 Syawal.
Akan tetapi, bila seseorang ingin melaksanakannya dengan acak, tidak berurutan, atau baru sempat melaksanakan puasa di akhir bulan, itu tidak mengapa. (Lihat, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, juz 6, hlm. 379)
Umat muslim dianjurkan melaksanakan puasa Syawal lantaran memiliki keutamaan serta pahala yang berlimpah.
Namun, tak jarang banyak umat Islam yang masih bingung harus mengerjakan puasa Syawal atau membayar utang puasa terlebih dahulu?
Berikut penjelasan ulama mengenai lebih dulu mana antara puasa Syawal dan bayar utang puasa Ramadhan:
Dikutip dari laman Kemenag, menurut para ulama, jika seseorang tidak berpuasa di bulan Ramadan karena ada uzur, misalnya karena sakit atau karena haid, maka dia boleh langsung berpuasa enam hari di bulan Syawal.
Sehingga tidak ada masalah baginya apabila langsung berpuasa Syawal, meskipun dia belum bayar utang puasa Ramadhan.
Hal tersebut diperbolehkan karena seseorang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan sebab ada uzur tidak wajib segera bayar utang puasa Ramadhan.
Ia boleh menunda bayar utang puasa Ramadhan di bulan-bulan selain bulan Syawal.
Oleh sebab itu, meskipun dia tidak bayar utang puasa Ramadhan di bulan Syawal, maka hukumnya tidak berdosa dan dia boleh langsung berpuasa Syawal.
Akan tetapi, bagi orang yang dengan sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadhan, padahal dia sedang dalam keadaan tidak ada uzur, maka haram baginya melakukan puasa enam hari bulan Syawal.
Dia wajib segera bayar utang puasa Ramadhan di bulan Syawal, dan sebelum dia selesai menggantinya, maka dia tidak boleh berpuasa sunnah, termasuk puasa enam hari bulan Syawal.
Hal tersebut telah dijelaskan dalam kitab Hasyiatul Jamal 'ala Syarh Al-Minhaj, yang berbunyi:
"Jika seseorang sengaja tidak melakukan puasa Ramadan, maka haram baginya melakukan puasa enam hari bulan Syawal, selain (mengganti) puasa Ramadan. Hal ini karena dia wajib mengganti puasa Ramadan dengan segera."
Niat Puasa Syawal
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.
Tidak seperti puasa Ramadhan, niat puasa Syawal bisa dilakukan pada siang hari selama belum makan atau minum.
Berikut niat puasa Syawal yang dibaca siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.