SRIPOKU.COM - Keberlangsungan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) jadi pertanyaan di tengah situasi Timur Tengah mencekam.
Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan program andalannya itu akan terus dilanjutkan.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin (untuk menjalankan program MBG). Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," katanya, mengutip Tribunnews.com, Sabtu (21/3/2026).
Prabowo mengungkapkan tetap dilakukannya program MBG karena dirinya enggan untuk melihat adanya anak-anak yang kurang gizi dan menderita stunting.
Baca juga: Detik-detik Wakil Ketua BGN Dibohongi Kepala SPPG Tegal Rejo OKUT, Dapur MBG Dekat Kandang Sapi
Dia menganggap keputusannya ini merupakan pilihan yang benar.
Prabowo juga mengatakan bahwa tidak perlu adanya pemotongan anggaran MBG.
"Saya yakin di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya," tegasnya.
Prabowo mengatakan masih banyak pos anggaran selain MBG yang bisa dipangkas di tengah krisis Timur Tengah.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa program MBG adalah investasi bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Masih banyak penghematan lain yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise dan kita sudah lakukan penghematan di berbagai bidang," tegasnya.
Di tengah mencekamnya situasi Timur Tengah, kecemasan publik lainnya adalah kemungkinan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Namun, Bahlil Lahadila selaku Menteri ESDM menjamin ketakutan masyarakat tidak akan jadi kenyataan.
Ia meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau merasa ragu akan ketersediaan stok di SPBU.
"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insya Allah semua aman, termasuk dengan LPG. Jadi nggak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel," kata Bahlil, mengutip Tribunnews.com Selasa (10/3/2026).
Jika harga pasar terus melambung, opsi menambah anggaran subsidi menjadi langkah nyata yang akan diambil.
Selain menambah bantalan subsidi, pemerintah kini tengah memitigasi risiko jangka panjang dengan mempercepat transisi ke energi nabati guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Baca juga: Disidak Wakil Kepala BGN, Dapur MBG di Tegal Rejo OKU Timur Kena Suspensi Sementara
Menanggapi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Bahlil mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam mengamankan pasokan.
Mengingat Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak—pemerintah telah mengalihkan sumber impor.
"Sekitar 25 persen impor minyak kita bersumber dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz. Jadi relatif clear-lah," ungkap Bahlil.
Ia menjamin pasokan energi nasional dalam posisi aman untuk satu hingga dua bulan ke depan.
Gangguan pasokan diprediksi hanya akan terjadi jika konflik bersenjata tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama (bertahun-tahun).