3 BERITA POPULER PADANG: Pengawasan Pantai, Korban Bencana Tak Buat Kue dan Open House Rumah Wako
Rahmadi March 22, 2026 08:27 AM

Pertama, dalam rangka mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi pantai di Kota Padang saat libur Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Masyarakat, khususnya orang tua, diingatkan untuk tidak lengah dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di kawasan wisata.

Kedua, korban banjir bandang di Hunian Sementara dan Layak (Huntara/Hunsela) Kampung Talang, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengaku tidak sanggup membuat kue Lebaran Idul Fitri 2026 secara mandiri.

Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi yang terbatas pascabanjir bandang menghantam rumah, lahan pertanian, dan harta benda mereka pada akhir November 2025 lalu.

Ketiga, open house Idul Fitri di rumah dinas Wali Kota Padang menjadi cerita sendiri bagi Hamzah.

Remaja yang tinggal tidak jauh dari rumah dinas wali kota ini, rutin menghadiri open house.  Tidak sendiri, Hamzah datang bersama teman-teman seumurannya. 

Baca kisah selengkapnya berikut ini:

1. BPBD Padang Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Pantai Selama Libur Lebaran 2026

Dalam rangka mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi pantai di Kota Padang saat libur Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Masyarakat, khususnya orang tua, diingatkan untuk tidak lengah dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di kawasan wisata.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan momen Lebaran selalu diiringi lonjakan aktivitas wisata, terutama di objek wisata alam seperti pantai.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan apabila pengawasan tidak dilakukan secara optimal.

“Setiap Lebaran, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di pantai, termasuk membawa anak-anak untuk bermain air. Kami mengimbau agar orang tua tidak lengah dan tidak membiarkan anak mandi sendiri tanpa pengawasan,” kata Hendri, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga: Cerita Petugas Dishub Sumbar Genta Rela Tak Lebaran Bersama Keluarga Demi Tugas di Padang Panjang

Ia menjelaskan, sejumlah insiden di kawasan wisata umumnya dipicu oleh kelalaian, terutama saat anak-anak bermain di air tanpa pendampingan.

Oleh karena itu, peran orang tua dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, seperti terseret arus atau tenggelam.

Selain pengawasan, Hendri juga mengingatkan pengunjung agar memperhatikan kondisi alam, khususnya gelombang laut.

Aktivitas berenang atau mandi di pantai sebaiknya dihindari jika kondisi ombak sedang tinggi.

“Jika gelombang sedang besar, sebaiknya tidak melakukan aktivitas di laut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Baca juga: Gubernur Sumbar Ingatkan Pedagang Tak Mainkan Harga saat Lebaran, Sebut Kunjungan Naik

BPBD juga mengimbau agar aktivitas di pantai tidak dilakukan hingga menjelang malam hari. Pasalnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan seiring berkurangnya pencahayaan dan pengawasan di lokasi.

“Kami sarankan masyarakat tidak lagi mandi di pantai setelah pukul 18.00 WIB untuk menghindari potensi bahaya,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Padang telah menyiagakan personel selama periode libur Lebaran.

Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Operasi Ketupat guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama berwisata.

“Personel kami tetap siaga, termasuk di pos-pos bencana yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan,” jelas Hendri.

Baca juga: Angka Kecelakaan di Sumbar Turun Saat Lebaran 2026, Kunjungan Wisatawan Justru Naik 12 Persen

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna mengoptimalkan pengawasan di sejumlah titik wisata yang dipadati pengunjung.

Dalam situasi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan Padang Command Center 112 yang disiapkan untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai kejadian.

Hendri mengajak seluruh masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah, untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan selama menikmati libur Lebaran di Kota Padang.

“Silakan berwisata, namun tetap berhati-hati. Jangan lengah, terutama dalam mengawasi anak-anak,” tutupnya.

2. Keterbatasan Ekonomi, Korban Bencana di Kapalo Koto Padang Tak Mampu Buat Kue di Momen Lebaran

Korban banjir bandang di Hunian Sementara dan Layak (Huntara/Hunsela) Kampung Talang, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengaku tidak sanggup membuat kue Lebaran Idul Fitri 2026 secara mandiri.

Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi yang terbatas pascabanjir bandang menghantam rumah, lahan pertanian, dan harta benda mereka pada akhir November 2025 lalu.

Saat ini mereka masih menetap di hunsela, menghabiskan Lebaran di bawah bayang-bayang trauma bencana bersama keluarga.

Seorang penyintas banjir, Jonmic, mengaku Lebaran tahun ini terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Kunjungan Pemudik Naik 12 Persen, Gubernur Mahyeldi Pastikan Lebaran di Sumbar Aman dan Nyaman

korban bencana di pauh padang 2 21/3/2026
LEBARAN 2026- Korban banjir bandang di Hunian Sementara dan Layak (Huntara/Hunsela) Kampung Talang, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (21/3/2026).

Mulai dari harus merayakan momen tersebut di hunsela, tidak sanggup mengolah kue sendiri, hingga suasana hati yang masih berduka.

"Bagaimana mau membuat kue Lebaran, uang tidak ada, usaha juga tidak ada, rumah habis," ucapnya saat ditemui TribunPadang.com, Sabtu (21/3/2026).

Padahal pada tahun lalu, ia dan keluarga terbiasa memproduksi kue sendiri. Namun tahun ini, ia hanya bisa membeli kue yang sudah jadi dalam jumlah terbatas, demi tetap bisa merasakan suasana kemenangan.

Beberapa penganan yang ia beli di antaranya adalah kue inai, kue bawang, keripik pisang, hingga kacang telur.

Baca juga: Lebaran di Hunsela Kampung Talang Padang, Eva Susanti: Uang Tidak Ada dan Fasilitas Terbatas

"Alhamdulillah ada sedikit rezeki dari orang lain, dibelikan ke kue agar bisa merayakan Lebaran meski di Hunsela," jelasnya.

Senada dengan Jonmic, korban bencana lainnya, Eva Susanti, juga mengatakan bahwa ia tak mampu memproduksi kue Lebaran tahun 2026 ini.

Keuangan yang menipis serta trauma bencana yang masih membekas di hati melunturkan semangatnya untuk beraktivitas di dapur.

Padahal, sebelum bencana melanda, ia selalu rutin membuat kue bainai khas Pauh setiap tahunnya.

"Melihat kondisi begini, keinginan membuat kue menjadi hilang. Tidak ada uang, belum lagi harus membeli alat-alatnya yang sudah hilang diterjang banjir. Jadi terpaksa beli jadi saja, meski rasanya tentu lebih enak jika dibuat sendiri," terang Eva.

Meski demikian, momen Lebaran tahun ini tetap ia jalani dengan ikhlas. Eva mengaku bahwa bencana yang terjadi merupakan kehendak Sang Pencipta yang harus diterima dengan lapang dada.

3. Cerita Hamzah Open House di Rumah Wali Kota Padang: Baksonya Enak, Mau Makan Sate Sama Teman-Teman

Open house Idul Fitri di rumah dinas Wali Kota Padang menjadi cerita sendiri bagi Hamzah.

Remaja yang tinggal tidak jauh dari rumah dinas wali kota ini, rutin menghadiri open house. 

Tidak sendiri, Hamzah datang bersama teman-teman seumurannya. 

"Saya sudah berulang kali ke sini," katanya saat didekati jurnalis TribunPadang.com, Arif Ramanda, Sabtu (21/3/2026). 

Baca juga: Open House Idul Fitri di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Qodri: Cicip Kuliner Jadi Agenda

Hamzah, mengaku sangat senang bisa kembali hadir dalam acara open house tahun ini.

Ia bercerita bahwa kunjungan ini bukanlah yang pertama kalinya, sebab rumahnya berada tak jauh dari kompleks rumah dinas tersebut.

Saat ditanya jenis kuliner yang sudah dicicipi dan sangat disukai, Hamzah pun menunjuk bakso.

Selepas bakso, Hamzah dan kawan-kawan pun ingin menikmati sate yang juga menjadi hidangan open house.

"Rasa baksonya enak sekali, ini sudah berulang kali ke sini. Nanti rencananya mau coba makan sate lagi sama teman-teman," ujar Hamzah.

Baca juga: Warga Datangi Masjid Nurul Iman Padang Sejak Pagi, Salat Idul Fitri Dihadiri Fadly Amran

Senada dengan Hamzah, warga lainnya bernama Qodri juga sengaja menyempatkan diri berkunjung untuk mencicipi berbagai hidangan yang disediakan.

Qodri mengungkapkan bahwa mencicipi kuliner di rumah dinas sudah menjadi agenda yang dinantikannya setiap lebaran tiba.

"Tadi sudah coba bakso dan lontongnya, rasanya mantap dan enak. Memang sengaja ke sini untuk silaturahmi sekaligus makan-makan,"tutupnya.

Buka Selepas Salat Idul Fitri

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman resmi Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada momen perayaan Idulfitri, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Pintu rumah dinas yang terletak di pusat kota tersebut terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin bersilaturahmi langsung dengan pimpinan daerah mereka.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus kedatangan warga mulai meningkat secara berangsur-angsur tepat setelah pelaksanaan salat Id rampung dilaksanakan.

Sekitar pukul 08.48 WIB, halaman hingga area dalam rumah dinas mulai dipadati oleh tamu yang datang dari berbagai penjuru Kota Padang.

Masyarakat yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga warga umum yang membawa serta anggota keluarga mereka.

Tidak hanya sekadar bersalaman dengan Wali Kota, daya tarik utama yang membuat warga betah adalah beragam sajian kuliner khas Nusantara yang telah disiapkan.

Berbagai macam menu makanan dan minuman tersaji rapi di meja-meja hidangan yang telah ditata sedemikian rupa oleh panitia.

Menu-menu populer seperti bakso, sate, lontong, hingga tak ketinggalan kudapan tradisional serabi menjadi incaran utama para tamu yang hadir.

Untuk melepas dahaga  tersedia pula sirup dingin yang menyegarkan bagi para pengunjung.

Antusiasme paling mencolok terlihat dari kalangan anak-anak yang tampak sangat bersemangat mengantre di deretan stan makanan.

Salah satu area yang paling ramai dikerubungi adalah stan bakso, di mana aroma kuah kaldu yang gurih menggoda selera siapa saja yang melintas.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.