TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANG - Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Pertama, arus lalu lintas di jalur penghubung Padang–Bukittinggi terpantau ramai lancar pada momentum hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Namun terjadi sedikit peningkatan volume kendaraan daripada saat pelaksanaan one way system.
Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 12.00 WIB, arus kendaraan dari arah Kota Padang hingga Jalur Lembah Anai terpantau mengalir tanpa kemacetan. Kondisi serupa juga terlihat dari arah Padang Panjang menuju Padang.
Kedua, momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi perayaan yang dinantikan masyarakat setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.
Di balik perayaan tersebut, terdapat beragam tradisi unik yang masih dilestarikan, salah satunya pembuatan lamang bakujuik di Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Terakhir, menjelang puncak perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai memperketat pengawasan di titik-titik krusial arus mudik.
Bupati Solok Selatan, Khairunas, turun langsung meninjau kesiapan Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran yang berlokasi di kawasan strategis Ruang Terbuka Hijau (RTH) Padang Aro, Jumat (20/3/2026).
Baca selengkapnya berikut ini:
Arus lalu lintas di jalur penghubung Padang–Bukittinggi terpantau ramai lancar pada momentum hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Namun terjadi sedikit peningkatan volume kendaraan daripada saat pelaksanaan one way system.
Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 12.00 WIB, arus kendaraan dari arah Kota Padang hingga Jalur Lembah Anai terpantau mengalir tanpa kemacetan. Kondisi serupa juga terlihat dari arah Padang Panjang menuju Padang.
Kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang juga relatif lancar. Tidak terlihat adanya kepadatan maupun kemacetan, begitupun kendaraan dari arah Solok maupun Tanah Datar.
Petugas kepolisian juga terlihat aktif melakukan patroli menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat di sepanjang jalur tersebut guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Persatuan di Momen Idul Fitri
Sementara itu, pantauan di Simpang Padang, Kota Padang Panjang yang biasanya menjadi titik penyekatan one way system menunjukkan kondisi lalu lintas tetap normal.
Tidak ada pengalihan arus, dan kendaraan dari arah Padang, Bukittinggi, maupun Tanah Datar masih melintas seperti biasa.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan bahwa peningkatan volume kendaraan disebabkan banyaknya masyarakat yang hendak bepergian ke suatu tempat usai melaksanakan salat Idul Fitri.
"Pantauan hari ini arus lalin ramai lancar, baik dari arah Padang maupun arah Bukittinggi, begitupun yang dari arah Tanah Datar atau Solok," katanya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Objek Wisata dan Kuliner Bukittinggi yang Sayang Dilewatkan saat Libur Lebaran
"Mungkin karena hari ini merupakan perayaan lebaran, sehingga banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke rumah saudara atau berwisata, sehingga volume kendaraan sedikit meningkat," tambahnya.
Ia menambahkan, pada hari pertama lebaran tidak akan dilaksanakan one way system. Namun nantinya akan bersifat situasional dan dapat diberlakukan sewaktu-waktu pengalihan arus jika terjadi kepadatan hingga kemacetan.
“Hari ini kita tidak akan menerapkan one way system. Jika arus sudah padat bahkan terjadi kemacetan, barulah kita terapkan skema pengalihan nantinya. Selama masih bisa dua arah dan tidak ada hambatan, maka tidak diberlakukan,” jelasnya.
"Petugas tetap kami siagakan di lapangan. Kami terus memantau arus lalu lintas dan menyiapkan pos-pos pengamanan untuk mengantisipasi jika terjadi kendala seperti kendaraan mogok atau gangguan lainnya,” tutupnya.
Momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi perayaan yang dinantikan masyarakat setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.
Di balik perayaan tersebut, terdapat beragam tradisi unik yang masih dilestarikan, salah satunya pembuatan lamang bakujuik di Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Lamang bakujuik merupakan hidangan khas yang menjadi varian dari lemang.
Secara umum, lemang adalah makanan berbahan dasar beras ketan yang dimasak dalam bambu dan disajikan bersama pelengkap seperti kelapa parut, gula merah, tape, serta berbagai kondimen lainnya.
Baca juga: Kuliner yang Sayang Dilewatkan saat Liburan Lebaran di Bukittinggi
Lamang bakujuik memiliki sentuhan lokal yang membuatnya berbeda dan istimewa.
Kuliner ini hanya hadir pada momen tertentu, yakni saat Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.
Karena tidak tersedia setiap hari, lamang bakujuik menjadi hidangan yang sangat spesial dan dinantikan oleh masyarakat Batipuh.
Secara bahasa, istilah “bakujuik” berasal dari kata dasar “kujuik” dalam bahasa Minangkabau yang berarti kerut atau mengerut.
Hal ini sesuai dengan bentuk lamang yang tampak mengkerut akibat isiannya yang dipadatkan.
Selain itu, ukurannya juga lebih kecil dibandingkan lemang pada umumnya.
Salah seorang warga Batipuah Baruh, Uni Lis, menjelaskan bahwa lamang bakujuik memiliki ciri khas pada proses pembuatannya.
Berbeda dengan lemang biasa yang dibakar, lamang bakujuik dimasak dengan cara direbus menggunakan santan.
Baca juga: Sate Itu Bonus, Hidangan Utama Adalah Suasana Pantai Padang
“Beras ketan yang sudah direndam lama dimasukkan ke dalam daun pisang yang telah dibentuk bulat menggunakan kayu atau bambu kecil, dengan bagian ujung dalam cetakan sudah diikat terlebih dahulu agar tidak tumpah,” jelasnya.
Ia melanjutkan, setelah beras ketan dimasukkan, bahan tersebut disiram santan hingga padat, kemudian bagian luar juga diikat menggunakan tali plastik sebelum dikeluarkan dari cetakan.
“Setelah dikeluarkan, bagian tengah kembali diikat agar adonan lebih padat, lalu direbus menggunakan santan hingga matang. Kalau lemang biasa pembuatannya dengan cara dibakar atau panggang," tambahnya.
Setelah proses memasak selesai, ketan akan menjadi lebih padat, gurih, serta memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan lemang biasa.
Dalam penyajiannya, lamang bakujuik umumnya disantap bersama pisang, tape, atau campuran kelapa parut dan gula merah.
Menurut Lis, lamang bakujuik tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena menjadi bagian penting dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Batipuh yang diwariskan secara turun-temurun.
Meskipun secara umum cara pembuatannya tidak jauh berbeda dengan lemang, terdapat beberapa tahapan yang menjadi ciri khas dalam pembuatan lamang bakujuik.
Pertama, persiapan cetakan dan daun pisang yang digunakan harus dipilih dengan hati-hati, yakni yang memiliki rongga besar dan cukup kuat untuk menahan ketan.
Daun yang dipilih pun merupakan bagian dekat ke pohon atau pangkal daun karena memiliki tekstur lebih kuat.
Sementara itu lemang biasa lebih banyak menggunakan bagian ujung daun pisang atau yang lebih lunak.
Daun pisang disiapkan untuk membungkus ketan sekaligus memberikan aroma khas.
Daun pisang segar dipotong dan dibersihkan sebelum digunakan.
Kedua, proses memasak ketan. Ketan yang telah direndam selama beberapa jam dimasukkan ke dalam cetakan yang telah dilapisi daun pisang.
Ketan kemudian dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara dikukus atau direbus sehingga menyerap aroma daun pisang.
Ketiga, pembungkusan menggunakan daun pisang dan tali rapia. Setelah dimasukkan ke dalam cetakan, ketan dibungkus rapat dan diikat menggunakan tali rapia untuk menjaga bentuk dan kepadatannya selama proses pemasakan.
Keempat, proses pengukusan. Ketan yang telah dibungkus dikukus atau direbus selama beberapa jam hingga matang sempurna dan memiliki tekstur padat.
Ciri khas lamang bakujuik terletak pada teksturnya yang lebih padat dan tidak terlalu lembek, sehingga memberikan sensasi kenyal yang berbeda dari lemang biasa.
Terakhir, penyajian. Setelah matang, lamang bakujuik dipotong-potong dan disajikan bersama pelengkap seperti tape, pisang, atau kelapa parut yang telah disangrai dengan tambahan gula merah, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih.
Uni Lis juga mengatajan bahwa lamang bakujuik memiliki sejumlah keistimewaan yang membuatnya selalu dicari saat Lebaran dan Idul Adha.
Selain karena hanya tersedia pada momen tertentu, proses pembuatannya yang masih tradisional menjadi nilai lebih yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Batipuh.
"Lamang memang sudah selalu menjadi tradisi saat lebaran dari dulunya. Tapi lamang bakujuik memang dibuat lebih istimewa karena hanya hadir saat lebaran, memang itu ciri khasnya dari dulu disini, mungkin karena variasi cara membuat dan bentuknya menjadi lamang kujuik menjadi istimewa," katanya.
Di sisi lain, tradisi pembuatan lamang bakujuik juga menjadi simbol kebersamaan.
Masyarakat Batipuh biasanya saling berbagi hidangan ini dengan keluarga, tetangga, dan kerabat saat Lebaran, sehingga mempererat tali persaudaraan.
Lamang bakujuik tidak sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya Minangkabau yang perlu dilestarikan.
Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga kearifan lokal sekaligus merayakan kebersamaan dalam momen-momen spesial.
Bagi masyarakat yang belum pernah mencicipinya, Batipuh menjadi tempat yang tepat untuk menikmati lamang bakujuik saat Lebaran atau Idul Adha.
Kehadirannya yang terbatas menjadikan hidangan ini semakin istimewa.
Dengan bahan sederhana seperti beras ketan, daun pisang serta melalui proses pembuatan yang penuh ketelitian dan kebersamaan, lamang bakujuik menjadi simbol kekayaan budaya dan cita rasa khas Minangkabau.
Menjelang puncak perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai memperketat pengawasan di titik-titik krusial arus mudik.
Bupati Solok Selatan, Khairunas, turun langsung meninjau kesiapan Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran yang berlokasi di kawasan strategis Ruang Terbuka Hijau (RTH) Padang Aro, Jumat (20/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan para pemudik yang melintasi wilayah Solok Selatan serta memastikan keamanan warga lokal selama masa libur panjang lebaran tahun ini.
Didampingi jajaran Forkopimda dan sejumlah kepala perangkat daerah, Bupati Khairunas ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas publik benar-benar siap melayani masyarakat dengan maksimal.
Baca juga: One Way Tidak Diberlakukan Hari Ini, Jalur Padang-Bukittinggi Terpantau Ramai Lancar
Bupati tidak hanya sekadar melihat bangunan fisik pos, namun juga berdialog secara intens dengan personel gabungan yang berjaga di lokasi tersebut.
Para petugas yang bersiaga terdiri dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Polres Solok Selatan, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga tenaga kesehatan dan relawan pramuka.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Solok Selatan ini memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petugas yang tetap berdedikasi meski harus meninggalkan waktu bersama keluarga demi tugas negara.
"Pos pengamanan ini adalah garda terdepan kita. Keberadaan rekan-rekan di sini sangat krusial untuk memberikan rasa tenang bagi pemudik," ungkap Khairunas di sela-sela peninjauannya.
Ia menambahkan bahwa fokus utama pengamanan kali ini mencakup beberapa aspek, mulai dari kelancaran arus lalu lintas hingga kesiapsiagaan layanan medis darurat bagi warga yang kelelahan di jalan.
Baca juga: Bupati Khairunas Pimpin Safari Ramadan di KPGD, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Solok Selatan
Selain mengecek kehadiran personel, Khairunas secara detail meninjau ketersediaan perlengkapan medis dan obat-obatan yang ada di dalam posko untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Bupati juga menekankan pentingnya area istirahat yang layak bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh agar mereka dapat memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan kembali.
“Kita ingin memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal. Jangan sampai ada kendala komunikasi antarinstansi jika terjadi potensi gangguan keamanan atau kemacetan parah,” tegasnya.
Sinergi dan komunikasi yang solid menjadi pesan utama yang ditekankan oleh Khairunas kepada seluruh tim gabungan agar respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Baca juga: Jadwal dan Tarif Bus Damri Solok Selatan 2026, Rute Padang Aro ke BIM Hanya Rp 23 Ribu Saja
Di akhir kunjungannya, Bupati Khairunas menitipkan pesan agar para petugas tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh di tengah intensitas pekerjaan yang diprediksi akan terus meningkat hingga hari raya nanti.
Dengan persiapan yang matang ini, Pemkab Solok Selatan berharap suasana Idul Fitri 1447 H dapat berlangsung dengan penuh kebahagiaan, tertib, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)