TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengklaim bahwa negaranya telah memberikan "pukulan telak" terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam peperangan yang masih berkecamuk. Pernyataan ini disampaikan melalui pesan tertulis menyambut Tahun Baru Persia (Nowruz), Jumat (20/3/2026).
Pesan tersebut menjadi kemunculan perdana Mojtaba di hadapan publik sejak ia ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada awal perang, 28 Februari 2026 lalu.
Meski telah menjabat selama hampir dua pekan, Mojtaba hingga kini belum tampil secara visual maupun audio, memicu spekulasi bahwa dirinya turut terluka dalam serangan yang merenggut nyawa ayahnya.
Tepis Isu Pelemahan Rezim
Dalam pesannya, Mojtaba menegaskan bahwa asumsi Barat mengenai runtuhnya kekuatan Iran pasca-kematian Ali Khamenei dan belasan petinggi militer adalah sebuah "ilusi".
Baca juga: KPK Jawab Teka-teki "Hilangnya" Gus Yaqut di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah
Ia menyebut AS dan Israel gagal mewujudkan impian untuk memecah belah kedaulatan Iran melalui taktik ketakutan dan keputusasaan.
Menurut Mojtaba, konflik saat ini adalah perang ketiga yang dihadapi Iran dalam setahun terakhir, setelah perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 dan gelombang protes nasional yang ia sebut dipicu campur tangan asing.
Tuding Israel Lakukan Operasi 'False Flag'
Terkait ketegangan regional, Mojtaba membantah keras keterlibatan Iran dalam serangan di Oman dan Turkiye. Ia justru menuduh Israel melakukan operasi bendera palsu (false flag) atau penipuan untuk mengadu domba Iran dengan negara-negara tetangga.
"Israel bertujuan menggulingkan rezim ini melalui kesalahan perhitungan yang serius. Namun, Iran justru akan semakin kuat, sementara kekuatan musuh bakal melemah," tegasnya dalam kanal Telegram resmi pemerintah.
Mojtaba menutup pesan Nowruz-nya dengan menekankan bahwa persatuan nasional akan menjadi benteng utama Iran menghadapi tahun mendatang yang ia prediksi akan menempatkan Teheran pada posisi yang lebih solid di kancah internasional. (aditya/kps)
Baca juga: Iran Ambisi Ubah Selat Hormuz Jadi Gerbang Tol Minyak Dunia, Tantang Dominasi AS