Grid.ID - Simak profil Dewi Soekarno, istri ke-6 Bung Karno yang rela lepas status WNI. Kini Dewi Soekarno memilih hidup di Jepang hingga dirikan partai Hak Anjing Kucing.
Seperti diketahui, Ratna Sari Dewi, yang lebih dikenal sebagai Dewi Soekarno, telah resmi melepas status warga negara Indonesia (WNI). Hal itu ia lakukan untuk maju sebagai calon anggota legislatif di Jepang.
Dalam mewujudkan ambisinya di dunia politik, erempuan berusia 86 tahun itu mengumumkan pembentukan partainya, 12 Heiwa To, pada Rabu (12/2/2025). Dikutip dari Kompas.com, nama partai yang didirikannya berasal dari kata heiwa yang berarti perdamaian.
Sementara angka 12 diambil dari pengucapan wan-nyan, istilah yang mewakili suara anjing dan kucing di Jepang. Partai ini berfokus pada perlindungan hewan dengan misi utama melarang konsumsi daging anjing dan kucing.
Rela lepas status WNI demi nyaleg di Jepang, lantas seperti apa profil Dewi Soekarno? Simak penjelasannya.
Profil Dewi Soekarno

Dewi Soekarno adalah istri ke-enam dari Presiden Pertama RI, Soekarno. Dikutip dari Tribunnews.com, Dewi Soekarno atau Ratna Sari Dewi memiliki nama asli Naoko Nemoto.
Ia lahir di Jepang pada 6 Februari tahun 1940 (86 tahun). Sejak kecil, Dewi Seokarno sudah bercita-cita untuk menjadi seorang bintang.
Demi mewujudkan impiannya itu, Dewi berhenti sekolah dan kemudian bekerja di sebuah klub tempat ia belajar menyanyi dan menari. Dewi pertama kali bertemu Soekarno di sebuah bar di Tokyo saat Soekarno sedang melakukan kunjungan ke Jepang.
Saat itu, usia Dewi 19 tahun, sementara Soekarno berusia 57 tahun. Cinta dalam pandangan pertama terjadi saat pertemuan pertama tersebut meski kala itu Soekarno sudah menikah. Dewi akhirnya ke Indonesia dalam statusnya sebagai kekasih Soekarno.
Setelah tiga tahun, Soekarno dan Dewi akhirnya menikah. Dewi pun resmi menjadi istri Soekarno dan menjadi ibu negara.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikarunia seorang putri bernama Kartika. Sayangnya, kehidupan bahagia Soekarno dan Dewi tidak berlangsung lama.
Pada tahun 1967, Soekarno diturunkan dari kursi Presiden pasca peristiwa 1 Oktober 1965. Ia menjadi tahanan rumah hingga akhirnya meninggal dunia pada tahun 1970.
Dewi akhirnya mengasingkan diri bersama putrinya di Swiss, Paris dan New York. Setelah Soekarno tiada, Dewi berkarier di Jepang.
Ia menggeluti bisnis kecantkan dan perhiasan. Selain itu, ia juga tampil sebagai juri kontes kecantikan di stasiun televisi Jepang.

Ungkap Rasanya Jadi Istri Soekarno, istri ke-6 Bung Karno yang rela lepas status WNI. Kini Dewi Soekarno memilih hidup di Jepang hingga dirikan partai Hak Anjing Kucing.
Dewi mengaku tidak pernah benar-benar melakukan pekerjaan seperti seorang istri saat menjadi istri Soekarno. Pengakuan ini dituliskan Dewi Soekarno dalam pernyataannya yang dimuat WithOnline, Selasa (29/12/2020).
"Saya tidak pernah benar-benar melakukan pekerjaan seperti seorang istri. Jadi aku tidak punya pekerjaan sebagai istri. Sebaliknya, melayaninya sebagai asisten terbaik dan sekretaris terbaik untuk mengutamakan kesehatan presiden dan mengelola urusannya dalam kondisi mental sebaik mungkin," tambahnya.
"Dia selalu bekerja keras untuk kebahagiaan orang-orang, jadi dia selalu menyapanya dengan pakaian yang indah dan seringkali kelelahan. Setelah pulang ke rumah, saya bersenang-senang mengobrol setiap malam dan selalu berusaha menciptakan lingkungan di mana dia bisa benar-benar bersantai. Dan secara politik, saya melakukan semua yang saya bisa untuk menjaga militer dan presiden di belakang layar, berjuang untuk mendukung situasi politik, dan menjaga kebijakan presiden berjalan lancar," tambahnya.
Demikianlah profil Dewi Soekarno, istri ke-6 Bung Karno yang rela lepas status WNI. Kini Dewi Soekarno memilih hidup di Jepang hingga dirikan partai Hak Anjing Kucing.