Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Bulan Suci Ramadhan 1447 H telah selesai dilaksanakan umat Islam.
Tentunya berakhir Ramadhan harus meninggalkan jejak bersama umat muslim, yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ustaz DR Israr Hidayati Lc MA, antara lain isi menyampaikan hal ini saat menjadi menjadi khatib shalat Hari Raya Idul Fitri di Masjid Agung Alfalah Sigli, Pidie, Sabtu (21/3/2026).
"Kita ambil refleksi dari bulan Suci Ramadhan, bahwa Ramadhan harus ada jejak bersama kita. Harapannya diterima amal setelah Ramadhan.
Untuk itu, kita bermohon kepada Allah supaya amal kita diterima," kata Ustaz DR Israr Hidayati.
Ia menjelaskan, usai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan, ummat muslim harus memiliki komitmen memperkuat amal ibadah.
Baca juga: Niat Silaturahmi Lebaran, Adik di Gayo Lues Malah Temukan Kakaknya Sang Dokter Tewas Membusuk
Baik menunaikan shalat, zakat dan sedekah hingga amal salih lainnya. Amal baik itu terus dikerjakan, guna menjaga hubungan dengan Allah dan manusia.
Ustaz Israr Hidayati juga mengisahkan cerita Nabi Ibrahim AS dan anaknya Ismail AS membangun Ka'bah di Mekah. Pembangunan Ka'bah yang dilakukan saat itu, tanpa dukungan teknologi.
Namun, pekerjaan berat dilaksanakan Nabi Ibrahim bersama Ismail sebagai perintah Allah, sehingga Ka'bah selesai dibangun. Sebab, Ka'bah tersebut menjadi kiblat ummat islam dari dahulu hingga sekarang.
"Setelah selesai membuat Ka'bah Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah minta diampuni. Ibrahim takut adanya dosa diperbuat saat membangun Ka'bah.
Makanya pentingnya bagi kita setelah menunaikan shalat untuk terus berdoa dan minta ampun," ujarnya.
Dikatakan, Nabi Ibrahim dijuluki sebagai Khalilullah atau kekasih Allah. Karena ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim mengerjakan amal ibadah sesuai diperintahkan Allah SWT.
Baca juga: Waktu Terbaik Mengerjakan Puasa Syawal, Simak Penjelasan Buya Yahya Soal Jadwal dan Ketentuannya
Saat ini, umat muslim telah menunaikan shalat fardhu maupun shalat sunat yang jumlahnya ribuan rakaat.
Selain itu, membayar zakat, infaq dan sedekah hingga puluhan ton emas dikeluarkan sebagai zakat yang tidak terhitung.
Namun, umat muslim tidak pernah mengetahui, apakah amal ibadah itu akan diterima Allah SWT. Makanya, para ulama khawatir terhadap amal mereka, sehingga mereka terus minta ampun kepada Allah.
Khalifah Umar Ibnu Khatab, kata Ustaz Israr Hidayati, yang terus bertaubat kepada Allah sehari satu kali meminta ampun. S
Salah satu cara meminta ampun dengan memperbanyak membaca istighfar. Sebab, manusia berpeluang berbuat dosa, sehingga dia terus membaca istighfar yang memohon ampum kepada Allah.
Ustaz Israr menceritakan, pada masa Nabi Nuh dan Luth, yang kaumnya tidak selamat iman. Namun, pada masa Fir'un saat itu, ramai manusia selamat iman.
Baca juga: TNI dan Masyarakat Shalat Id di Lapangan Jenderal Sudirman Korem Lhokseumawe
"Karena target kita mencari keridhaan Allah sebagai penjamin rezeki kita. Untuk itu, kita harus berlomba-loba berbuat kebaikan dan bersegera meminta ampunan krpada Allah," jelasnya.
Ia mengatakan, saat ini manusia berebut mencari dunia. Salah satu contoh ketika penerimaan CPNS yang diterima 100 orang, justru pelamar mencapai 10.000 orang, sehingga ramai yang tidak lulus.
Menurutnya, umat Islam yang gigih melaksanakan ibadan, tentunya harus menghindari dosa.
Melaksanakan ibadah ke ibadah lain, demi mencari ridha Allah. Meski di dunia ini belum terlihat pahalanya. Seperti orang berpuasa bau mulut dan Allah pasti menampakkan nantinya ibadah orang berpuasa.
"Biar di dunia ini kecil, tapi di sisi Allah besar pahala diberikan," ujarnya.
Di akhir tausiahnya, Ustaz Israr, meminta kepada jamaah untuk menjaga jejak Ramadhan dengan tetap istiqamah, yang terus beramal. Dengan menjaga batas baik berhubungan dengan manusia dan Allah SWT.
Istiqamah dengan keinginan mendapatkan surga dan jangat takut ke belakang.
Orang berpuasa mendapatkan kegembiraan saat berpuasa dan meraih kememangan, dipastikan akan berjumpa dengan Allah SWT tanpa unlimited.
Pelaksanaan Shalat Id di Masjid Agung Alfalah Sigli dengan jamaah penuh sesak di masjid kabupaten itu.
Sebagian jamaah memilih melaksanakan salat id di halaman masjid, mengingat di dalam masjid sudah penuh.
Panitia masjid membentangkan kain terpal warna biru di halaman masjid sebagai tempat sujud berjuntai bagi jamaah.
Pelaksanaan salat ied berjalan aman, meskin sebagian jamaah cepat keluar usai salat ied. Sebagian jamaat tetap bertahan hingga khatib selesai menyampaikan nasehat pada Salat Ied Idul Fitri 1447 H. (*)