Lebaran Inklusif: Presiden Prabowo Buka Gerbang Istana untuk Rakyat dan Ojol
Darwin Sijabat March 22, 2026 02:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Nuansa Idulfitri 1447 Hijriah di Istana Negara tahun ini terasa begitu hangat dan merakyat. 

Presiden Prabowo Subianto menggelar open house pada Sabtu (21/3/2026), yang mengubah kompleks kenegaraan yang biasanya tertutup rapat menjadi panggung silaturahmi bagi ribuan warga dari berbagai lapisan sosial.

Bagi masyarakat umum seperti Arief dan Nisa, momen ini bukan sekadar silaturahmi biasa. 

Selama ini, mereka hanya bisa menatap kemegahan gedung putih itu dari balik pagar besi di Jalan Medan Merdeka Utara. 

Kesempatan menginjakkan kaki di lantai marmer istana menjadi memori yang emosional.

“Senang sekali, dari dulu penasaran seperti apa isi dalam Istana. Ternyata rasanya berbeda ketika bisa masuk langsung,” ujar mereka dengan wajah sumringah sembari mengabadikan foto di sudut-sudut ikonik kompleks kepresidenan.

Nisa, yang baru pertama kali merayakan Lebaran di Jakarta, mengaku terharu dengan aksesibilitas yang diberikan sang Kepala Negara. 

“Terima kasih sudah mengundang. Ini jadi Lebaran pertama saya di Jakarta dan sangat berkesan,” ucapnya. 
Namun, di balik kegembiraan itu, terselip harapan besar agar pemerintah ke depan lebih memperluas lapangan kerja dan akses beasiswa pendidikan.

Kebanggaan Para Pejuang Aspal

Inklusivitas perayaan ini semakin nyata dengan kehadiran para pengemudi ojek online (ojol). 

Baca juga: Presiden Prabowo Beri THR ke Penyintas Banjir Aceh Usai Salat Idulfitri

Baca juga: Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Buka Selat Hormuz atau Kegelapan Total!

Sukma, seorang driver senior, mengaku spontan memacu motornya menuju Istana setelah mendengar kabar adanya pembagian sembako dan akses masuk bagi rakyat jelata.

“Dengar kabar dari teman, akhirnya langsung ke sini. Ternyata benar, bisa masuk Istana juga,” tutur Sukma. 

Baginya, bingkisan sembako hanyalah bonus; pengalaman spiritual masuk ke jantung kekuasaan negara di usia senjanya adalah pencapaian batin yang tak ternilai.

“Senang, bahagia, sulit diungkapkan. Yang pasti bangga. Hampir 60 tahun, baru kali ini bisa masuk Istana Presiden,” katanya dengan nada bergetar.

Hal serupa dirasakan Abel, rekan sejawat Sukma.

Meski datang tanpa rencana matang, ia merasa dihargai sebagai warga negara karena diizinkan melintasi protokol ketat istana. 

“Diajak teman, langsung ikut. Ternyata bisa masuk ke dalam Istana, ini pertama kali,” pungkas Abel.

Momen open house 2026 ini seolah menegaskan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa Istana adalah milik rakyat, tempat di mana sekat antara pemimpin dan pejuang harian luruh dalam jabat tangan Idulfitri.

Lebaran 2026 yang Lebih Bermakna

Selain membawa pulang paket sembako, para pengunjung juga membawa pulang pengalaman dan cerita yang tak biasa.

open house ini menjadi ruang pertemuan antara negara dan rakyat, menghadirkan kedekatan yang jarang terjadi dalam keseharian.

Di balik kemeriahan tersebut, terselip harapan sederhana dari masyarakat. Sukma berharap kondisi ekonomi semakin membaik, harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, dan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Sementara Abel berharap masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan rekan-rekan sesama pengemudi ojol.

“Semoga ke depan lebih baik, terutama untuk kami para ojol,” ujarnya.

Baca juga: Nenek 80 Tahun Penjual Kopi di Tanjabtim Dipukuli 2 Perampok hingga Luka Parah

Baca juga: Status Tahanan Rumah Eks Menag Gus Yaqut oleh KPK Picu Kritik Pedas MAKI

Baca juga: Anies Respon Prabowo: Teror Air Keras KontraS Bukan Kriminal Biasa, Bongkar Dalang Utama

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.