TRIBUNTRENDS.COM - Inilah sosok Mulyadi (63) pemudik Jakarta-Sumatera yang rela tidak tidur dua hari demi pulang ke kampung halaman lagi bagi-bagi THR senilai Rp 50 juta.
Mulyadi berangkat mudik menggunakan mobil Mitsubishi Xpander dari Kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
Ia bersama keluarga mudik menuju Sumatera Barat.
Di dalam mobil yang dikendarai Mulyadi, terdapat lima anggota keluarga lainnya yang terdiri dari keponakan, istri keponakan, dan tiga cucu.
"Ada enam orang di mobil. Saya yang nyetir sendiri. Alhamdulillah lancar,” ujar Mulyadi saat ditemui di pelataran Masjid Annur Syukur pada Kamis (19/3/2026).
Mulyadi menceritakan bahwa ia tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 00.00 WIB, lalu menyeberang ke Bakauheni dan sampai pada pukul 02.00 WIB dini hari.
Baca juga: Pria Pekanbaru Kehabisan Ongkos saat Mudik, Jalan Kaki Ribuan Kilometer Demi Jenguk Ibu di Surabaya
Sejak merantau ke Jakarta pada 1990 dan bekerja di bidang ekspedisi pakaian, ia sudah sangat akrab dengan berbagai jalur alternatif di Sumatera untuk menghindari kemacetan.
Selain fisik yang prima, hal lain yang disiapkan Mulyadi adalah dana tunjangan hari raya (THR) untuk dibagikan kepada keluarga besar di kampung halaman.
Ia mengaku membawa uang tunai dalam jumlah cukup besar untuk berbagi kebahagiaan bersama sanak saudara dan kerabat di lapau (warung).
“Kalau pulang kampung pas Lebaran, paling sedikit Rp 50 juta saya bawa. Buat THR cucu, ponakan, bantu saudara, sampai traktir kawan di lapau,” kata Mulyadi.
Bagi Mulyadi, berbagi rezeki di kampung halaman memiliki makna spiritual yang mendalam. Ia meyakini bahwa kebiasaan berbagi tidak akan membuatnya merugi, melainkan justru mendatangkan doa-doa baik dari orang-orang di kampung halaman yang terus mengalir untuknya.
“Alhamdulillah, berbagi itu tidak rugi. Doa dari orang kampung itu yang mengalir ke kita,” ujarnya.
Mulyadi yang berasal dari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, berharap dapat tiba tepat waktu untuk mengikuti malam takbiran.
Tradisi menyantap ketupat dan bersilaturahmi menjadi momen yang paling ia rindukan setelah setahun bekerja keras di ibu kota. (Tribun Trends/Tribun Jatim)