TRIBUNBANTEN.COM - Arus urbanisasi menuju kota-kota penyangga diperkirakan kembali meningkat saat arus balik Lebaran Idulfitri 2026.
Fenomena ini menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Lonjakan perpindahan penduduk biasanya terjadi setelah masyarakat kembali dari kampung halaman lalu hijrah ke kota.
Banyak di antaranya datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik di perkotaan.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menegaskan urbanisasi merupakan hal yang tidak bisa sepenuhnya dicegah.
Namun, ia menilai perlu ada pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Pihaknya menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketertiban administrasi kependudukan. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan setiap pendatang baru terdata dengan baik.
Baca juga: Lebaran Idul Fitri 2026: Wali Kota Robinsar Ajak Warga Cilegon Perkuat Nilai Kemenangan Spiritual
Pria yang kerap disapa Bang Ben itu menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Ia meminta agar jumlah anggota keluarga yang kembali ke kota tidak bertambah secara signifikan.
“Kalau pulangnya berempat, ya baliknya juga berempat, jangan berenam,” kata Walikota Benyamin.
Imbauan tersebut dimaksudkan untuk menekan potensi lonjakan pendatang baru yang tidak terencana. Dengan begitu, beban kota dapat tetap terkendali.
Selain itu, Benyamin menekankan pentingnya pelaporan diri bagi masyarakat yang datang ke Tangerang Selatan. Ia meminta pendatang untuk segera melapor kepada pengurus lingkungan setempat.
“Kalau pun ada masyarakat yang urbanisasi ke Tangerang Selatan, paling tidak mereka melaporkan diri ke RT/RW setempat, mencatatkan diri,” ucapnya.
Menurutnya, pendataan ini penting agar pemerintah dapat memberikan pelayanan yang tepat dan cepat. Termasuk dalam hal penanganan jika terjadi persoalan sosial maupun administratif.
“Supaya kalau ada apa-apa nanti bisa kita tangani dengan baik,” tambahnya.
Di sisi lain, ia berharap kondisi ekonomi di daerah asal masyarakat terus membaik. Dengan demikian, tekanan urbanisasi ke kota-kota besar dapat berkurang.
“Tidak bisa dilarang, tapi saya berharap perekonomian atau kehidupan di daerah-daerah itu juga sangat baik," tandasnya