TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Ustaz Mustaghfirin menyampaikan makna Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum titik awal perbaikan diri secara menyeluruh.
Itu disampaikannya dalam tausiyah kepada umat Muslim pada momen lebaran hari ke-2 di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, diikuti TribunPapuaBarat.com, Minggu (22/3/2026).
"Saat melaksanakan Salat Ied, jemaah memenuhi masjid maupun ruang terbuka. Tentu ini mencerminkan tingginya semangat umat Islam dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh," ujar Ustaz Mustaghfirin.
Menurutnya, Idulfitri memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.
Ia mengajak jemaah untuk menjadikan momentum ini sebagai titik awal memperbaiki diri.
Baca juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Salat Ied di Masjid Al-Hidayah Fakfak Papua Barat
"Mari kita jadikan Idulfitri sebagai sarana perbaikan diri, belajar selama sebulan di Bulan Suci Ramadan. Saatnya mengaplikasikan kebiasan baik tersebut pada bulan-bulan selanjutnya," katanya.
Ia menambahkan nilai-nilai kebaikan selama Ramadan harus terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika memasuki hari kemenangan, ucapnya, umat Islam diibaratkan seperti bayi yang baru lahir dalam keadaan suci dari dosa.
"Inilah kesempatan bagi kita untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan memperkuat hubungan dengan Allah serta sesama manusia," kata Ustaz Mustaghfirin.