TRIBUNSUMSEL.COM - Memasuki Bulan Syawal 1447 Hijriyah, seorang muslim bisa mengamalkan puasa sunnah sebagaimana ajaran Rasulallah SAW.
Adapun sebelum lengsungkan Puasa Syawal, terdapat bacaan niat serta tata cara yang perlu ddiketahui.
Berikut akan Tribunsumsel.com sajikan selengkapnya doa Niat Puasa Syawa; 1447 H, dalam tulisan Arab, Latin dan terjemahan Bahasa Indonesia sehingga mudah diamalkan.
______
[Arab:]
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَةِ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
[Latin:]
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta‘âlâ.
[Artinya:]
“Aku niat puasa sunah Syawal di esok hari karena Allah swt.”
Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, niat puasa Syawal bisa dibaca pada siang hari, asalkan yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh, berikut bacaan niatnya,
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ. Artinya,
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."
Ada pula bacaan doa niat puasa Syawal bagi umat Islam yang hendak mengerjakan puasa tersebut selama enam hari berturut-turut.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
___
Inilah tata cara yang perlu diperhatikan jika Anda akan melakukan puasa Syawal 1445 Hijriyah:
Membaca niat puasa.
Disarankan untuk melakukan sahur.
Menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Bersegera untuk berbuka jika sudah tiba waktu maghrib.
____
Puasa Syawal memiliki beragam keutamaan yang dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kecintaan.
Menurut Syekh Ibrahim al-Baijuri dalam kitabnya, Hasyiyatul Baijuri 'ala Syarhil Allamah Ibni Qasim Juz 1, Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya berjudul Lathaif al-Ma'arif fima li Mawasim al- 'Am min al-Wadhaif, berikut adalah beberapa keutamaan puasa Syawal.
1. Penyempurna Puasa Ramadhan
2. Pahala Setahun
3. Tanda Diterimanya Ibadah
4. Perwujudan Rasa Bersyukur
5. Tidak Memutuskan Ibadah
(Tribunsumsel.com/Putri Kusuma Rinjani)
***
Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp Tribunsumsel.com