5 Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Idul Fitri 1447 H / 2026, Lengkap Bacaan Niat Arab dan Arti
Intan March 22, 2026 12:27 PM

TRIBUNSORONG.COM - Berikut bacaan niat puasa Syawal Idul Fitri 1447 H / 2025, lengkap daftar keutamaan. 

Hari ini umat muslim telah memasuki tanggal 2 Syawal 1447 H. 

Muslim dalam melakukan berbagai amalan mulia, termasuk melakukan puasa sunnah Syawal. 

puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal. 

Adapun pengerjaannya bisa dilakukan dari tanggal dua sampai dengan akhir bulan Syawal.

Baca juga: Idul Fitri di Sorong Selatan: Bupati Petronela Krenak Ajak Warga Jaga Arus Persaudaraan 

Baca juga: Ribuan Umat Muslim Padati Alun-Alun Aimas Sorong Laksanakan Salat Idul Fitri 1447 H

Ilustrasi berpuasa di bulan Syawal
Ilustrasi berpuasa di bulan Syawal (Freepik)

Pengerjaan puasa Syawal bisa dilakukan secara beriringan atau berturut-turut. 

Namun, tidak ada larangan untuk mengerjakannya dengan cara diselang-seling.

Keutamaan Puasa Syawal

Rasulullah dalam sebuah haditsnya menyebutkan, pahala orang yang melaksanakan Puasa Syawal setara dengan berpuasa setahun lamanya.

“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim).

Berikut 5 keutamaan Puasa Syawal sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

1. Penyempurna puasa Ramadhan Puasa sunnah Syawal sebagai penyempurna puasa Ramadhan.

Hal ini sebagaimana shalat yang bila ingin menyempurnakan shalat fardu, maka seseorang dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib, yaitu qabliyah dan bakdiyah.

2. Sempurnakan pahala puasa

Puasa Syawal memiliki keistimewaan untuk menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun.

Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah dalam haditsnya.

3. Tanda puasa Ramadhan diterima

Puasa Syawal menjadi pertanda puasa Ramadhan diterima oleh Allah, sebab kebiasaan tersebut menjadi pertanda diterimanya puasa yang dikerjakan sebelumnya.

4. Tanda syukur kepada Allah

Puasa Syawal sebagai tanda syukur kepada Allah. Jamak diketahui bahwa di bulan Ramadhan banyak anugerah yang diberikan Allah.

Seperti ampunan, pahala yang berlipat-lipat, dan seterusnya.

Ini ditegaskan juga dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah ra yang artinya: “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.”

Dalam riwayat lain: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.”

(HR Bukhari dan Muslim) “Karena ampunan inilah patutnya kita bersyukur kepada Allah dengan melakukan ketaatan berupa puasa Syawal.” 

5. Tanda ibadah Ramadhan tak terputus Puasa Syawal menandakan bahwa ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tidak terputus.

Spirit beribadah pada bulan Ramadhan hendaknya tidak sekadar menjadi musiman, melainkan harus dipertahankan di bulan-bulan berikutnya.

Sementara Puasa Syawal dapat dikatakan adalah salah satu bentuk usaha yang dapat kita lakukan untuk melestarikan ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan.

Baca juga: Sentuhan Khutbah Idul Fitri di Sorong: Ingatkan Bakti pada Orang Tua dan Sedekah

Niat Puasa Syawal

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ.

Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, niat puasa Syawal bisa dibaca pada siang hari, asalkan yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh, berikut bacaan niatnya,

Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ. Artinya,

"Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT." (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.