TRIBUNJABAR.ID - Inilah 6 amalan di bulan Syawal yang bisa dikerjakan umat muslim.
Umat Muslim telah menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri 1447 H / 2026 M.
Setelah itu, saatnya umat muslim menyambut bulan baru yakni bulan Syawal.
Bulan ke-10 dalam kalender Hijriah ini termasuk bulan mulia terutama karena menjadi momen kemenangan (Idulfitri) dan peningkatan ibadah pasca-Ramadhan.
Bulan Syawal berasal dari bahasa Arab shala (شال) yang berarti "naik" atau "meningkat".
Secara definisi, para ulama mengartikan Syawal sebagai bulan perningkatan.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Syawal 2026 setelah Idul Fitri 1447 H dalam Arab, Latin, dan Artinya
Setelah digembleng selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, kualitas ibadah, ketakwaan, dan amal saleh seorang Muslim seharusnya naik atau meningkat di bulan Syawal, bukan justru menurun.
Oleh karena itu dianjurkan untuk mengerjakan amalan-amalan di bulan Syawal ini.
Terdapat 6 amalan yang bisa dikerjakan di bulan Syawal.
1. Silaturahmi
Pada awal bulan Syawal tepatnya saat merayakan Idul Fitri menjadi momen untuk bersilaturahmi mempererat tali persaudaraan.
Anjuran silaturahmi ini dicontohkan langsung Rasulullah SAW setelah melaksanakan salat id.
Umat Islam dianjurkan saling mengunjungi kerabat dan keluarga kita untuk mengucapkan selamat sekaligus saling mendoakan kebaikan dan memaafkan.
Keutamaan menyambung silaturahmi sebagaimana dalam sabda Rasullullah SAW dari sahabat yang mulia Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu Rasulullah sallallohu alaihi wa salam bersabda:
“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturrahminya (dengan kerabat).”(HR. Bukhari)
2. Puasa Enam Hari
Pada Syawal memiliki keutamaan khusus, satu di antaranya adalah puasa sunnah enam hari yang setara dengan puasa setahun penuh.
Amalan ini juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
“Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
Puasa Syawal sebaiknya dilakukan secara berurutan. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa puasa ini boleh dilakukan kapan saja (selain hari yang dilarang untuk puasa) selama masih di bulan Syawal.
Baca juga: Apakah Boleh Berpuasa Syawal Sebelum Mengganti Utang Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan MUI
3. Menjaga Salat Wajib dan Meningkatkan Salat Sunah
Allah SWT telah mengingatkan di dalam Al Quran untuk menjaga salat wajib sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 238.
حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ
Artinya: "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'" (QS. Al-Baqarah: 238).
Dalam hal ini maka amalan salat baik wajib maupun sunah yang telah rutin dilaksanakan di bulan Ramadan hendaknya dijaga seterusnya.
Bahkan disarankan agar umat muslim meningkat salat sunah seperti menyempurnakan kekurangan ibadah di bulan Ramadhan.
Sebagaimana namanya Syawal berasal dari kata yang berarti "peningkatan", menandakan semangat beribadah yang meningkat pasca-Ramadhan.
4. Dianjurkan Menikah di Bulan Syawal
Amalan menkah di bulan Syawal ini merujuk pada Rasulullah SAW yang menikahi Aisyah pada bulan Syawal.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat sebagai berikut.
تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي
Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawwal dan berkumpul denganku pada bulan Syawwal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).
Para ulama khususnya kalangan madzhab Syafi'i menganggap bahwa menikah, menikahkan, atau berhubungan intim dengan istri baik dan dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Syawal.
5. Sedekah
Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271,
“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).
6. Puasa Sunah
Karena di bulan Syawal ini dianjurkan meningkatkan ibadah, maka sebagai lanjutan dari puasa Ramadhan untuk melaksanakan puasa sunah.
Selain puasa 6 hari di bulan Syawal, umat muslim juga dapat mengerjakan puasa sunah lainnya yaitu puasa Ayyamul Bidh maupun puasa Senin dan Kamis.