SRIPOKU.COM - Implementasi kurikulum Deep Learning pada Fase A kini semakin diarahkan untuk membangun kecerdasan emosional dan inklusivitas melalui materi yang kontekstual bagi siswa kelas 1 SD.
Modul Ajar Bahasa Indonesia Bab 6 Temanku Berbeda ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan pengenalan literasi huruf 'G' dengan penanaman nilai toleransi terhadap keragaman di lingkungan sekolah.
Melalui pendekatan yang mengutamakan kedalaman pemahaman (Deep Learning), rancangan pembelajaran ini mengajak pendidik untuk menciptakan ruang kelas yang menghargai keunikan individu tanpa mengabaikan ketuntasan capaian akademik dasar.
Baca juga: Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 5 Teman Baru Semester 2
Bab 6: Temanku Berbeda
1. Informasi Umum
2. Kompetensi Awal & Profil Pelajar Pancasila
3. Tujuan Pembelajaran (Target Deep Learning)
4. Urutan Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: Keberagaman itu Indah (Mindful)
Pertemuan 2: Mengenal Huruf 'G' (Meaningful)
Pertemuan 3: Proyek "Taman Perbedaan" (Joyful)
5. Instrumen Asesmen (Penilaian Deep Learning)
| Aspek Penilaian | Indikator Keberhasilan |
| Kognitif | Siswa mampu menyebutkan 3 kata berawalan 'g'. |
| Sosial-Emosional | Siswa mampu menyebutkan satu kelebihan temannya yang berbeda. |
| Psikomotorik | Siswa mampu menulis suku kata 'ga-gi-gu-ge-go' dengan rapi. |
6. Pertanyaan Pemantik untuk Deep Thinking (HOTS)
"Jika temanmu tidak bisa berlari sepertimu, permainan apa yang bisa kalian lakukan bersama agar tetap asyik?"
"Mengapa kita harus menggunakan kata-kata yang baik saat menyapa teman yang berbeda?"
Secara keseluruhan, modul ajar ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran di jenjang pendidikan dasar tidak hanya diukur dari kemampuan kognitif semata, tetapi juga dari sejauh mana siswa mampu berempati terhadap perbedaan di sekitarnya.
Dengan menerapkan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful, pendidik dapat memastikan bahwa setiap anak merasa diterima dan dihargai dalam proses belajarnya.
Semoga panduan ini dapat membantu para guru dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang inklusif dan selaras dengan semangat transformasi kurikulum yang lebih bermakna.***