Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 6 Temanku Berbeda Semester 2
Siti Umnah March 22, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM - Implementasi kurikulum Deep Learning pada Fase A kini semakin diarahkan untuk membangun kecerdasan emosional dan inklusivitas melalui materi yang kontekstual bagi siswa kelas 1 SD.

Modul Ajar Bahasa Indonesia Bab 6 Temanku Berbeda ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan pengenalan literasi huruf 'G' dengan penanaman nilai toleransi terhadap keragaman di lingkungan sekolah.

Melalui pendekatan yang mengutamakan kedalaman pemahaman (Deep Learning), rancangan pembelajaran ini mengajak pendidik untuk menciptakan ruang kelas yang menghargai keunikan individu tanpa mengabaikan ketuntasan capaian akademik dasar.

Baca juga: Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 5 Teman Baru Semester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia: Fase A (Kelas 1)

Bab 6: Temanku Berbeda

1. Informasi Umum

  • Penyusun: [Nama Penyusun]
  • Instansi: SD [Nama Sekolah]
  • Alokasi Waktu: 6 x 35 Menit
  • Target Peserta Didik: Reguler (Inklusif)
  • Model Pembelajaran: Discovery Learning & Diskusi Kelompok

2. Kompetensi Awal & Profil Pelajar Pancasila

  • Kompetensi Awal: Siswa mengenal identitas diri dan mampu melafalkan huruf abjad dasar.
  • Profil Pelajar Pancasila:
  1. Berkebinekaan Global: Menghargai perbedaan fisik, hobi, dan asal-usul teman.
  2. Berakhlak Mulia: Menunjukkan sikap santun dan penyayang kepada sesama.

3. Tujuan Pembelajaran (Target Deep Learning)

  1. Mindful: Peserta didik mampu mengamati dan menghargai perbedaan ciri fisik (rambut, warna kulit, tinggi badan) tanpa mengejek.
  2. Meaningful: Membaca dan menulis kata yang diawali dengan huruf 'g' melalui konteks keragaman (contoh: Gasing, Gelang, Gigi).
  3. Joyful: Mengomunikasikan kesukaan atau hobi yang berbeda-beda melalui media gambar dengan ceria.

4. Urutan Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1: Keberagaman itu Indah (Mindful)

  • Pembukaan: Guru mengajak siswa berdiri berpasangan dan saling mengamati warna baju atau bentuk rambut tanpa berbicara (hening sejenak).
  • Kegiatan Inti:
  1. Guru membacakan cerita tentang "Gani yang Berambut Keriting dan Giga yang Berambut Lurus".
  2. Diskusi: "Apa yang terjadi jika semua bunga di taman warnanya sama?" (Mengarahkan siswa bahwa perbedaan itu membuat dunia cantik).
  • Penutup: Afirmasi positif: "Aku unik, kamu unik, kita berteman."

Pertemuan 2: Mengenal Huruf 'G' (Meaningful)

  • Pembukaan: Guru membawa kantong misteri berisi benda: Gunting (tumpul), Gula, dan Gambar Gajah.
  • Kegiatan Inti:
  1. Siswa meraba dan menebak benda berawalan huruf 'g'.
  2. Membaca suku kata: ga, gi, gu, ge, go.
  3. Menulis kata sederhana yang berkaitan dengan perbedaan, misalnya: "Gigi putih", "Gasing bulat".
  • Penutup: Menyanyikan lagu suku kata 'g' dengan nada lagu anak populer.

Pertemuan 3: Proyek "Taman Perbedaan" (Joyful)

  • Pembukaan: Guru bertanya tentang hobi masing-masing siswa yang berbeda.
  • Kegiatan Inti:
  1. Siswa menggambar satu benda kesukaannya di selembar kertas kecil.
  2. Kertas-kertas tersebut ditempel di satu karton besar membentuk "Taman Kelas 1".
  3. Siswa menceritakan gambarnya di depan kelas secara singkat.
  • Penutup: Foto bersama di depan "Taman Perbedaan" hasil karya bersama.

5. Instrumen Asesmen (Penilaian Deep Learning)

Aspek Penilaian Indikator Keberhasilan
Kognitif Siswa mampu menyebutkan 3 kata berawalan 'g'.
Sosial-Emosional Siswa mampu menyebutkan satu kelebihan temannya yang berbeda.
Psikomotorik Siswa mampu menulis suku kata 'ga-gi-gu-ge-go' dengan rapi.

 

6. Pertanyaan Pemantik untuk Deep Thinking (HOTS)

"Jika temanmu tidak bisa berlari sepertimu, permainan apa yang bisa kalian lakukan bersama agar tetap asyik?"

"Mengapa kita harus menggunakan kata-kata yang baik saat menyapa teman yang berbeda?"

Secara keseluruhan, modul ajar ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran di jenjang pendidikan dasar tidak hanya diukur dari kemampuan kognitif semata, tetapi juga dari sejauh mana siswa mampu berempati terhadap perbedaan di sekitarnya. 

Dengan menerapkan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful, pendidik dapat memastikan bahwa setiap anak merasa diterima dan dihargai dalam proses belajarnya. 

Semoga panduan ini dapat membantu para guru dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang inklusif dan selaras dengan semangat transformasi kurikulum yang lebih bermakna.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.