Banjir di Ciracas Jaktim Dipicu Kiriman Air dari Depok, Bukan karena Turap Jebol
Feryanto Hadi March 22, 2026 01:33 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Banjir yang merendam 10 RW di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, dipastikan bukan semata-mata akibat turap jebol. 

Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, memastikan banjir terjadi lantaran kiriman air deras dari wilayah hulu di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"Banyak yang salah persepsi di sini, seakan-akan gara-gara itu jebol gitu, bukan ya. Tanpa jebol pun air sudah limpas," ujar Panangaran saat dihubungi, Minggu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, hujan deras di Cimanggis terjadi sejak sore hingga malam hari, Sabtu (21/3/2026).

Sementara aliran air mulai meningkat sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan di Ciracas telah berhenti.

Luapan air tersebut menyebabkan permukiman warga terendam dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 1 meter. 

Baca juga: Banjir Rendam 10 RW di Ciracas Jakarta Timur, Air Berangsur Surut

Air melimpas dari kali yang sebagian sudah diturap.

"Hujan mulai setengah 5 kemudian sampai jam 7 malam. Tapi air ini besarnya itu mulai setengah 7 dari hulu. Ini indikasi penyebabnya curah hujan di daerah Cimanggis cukup besar. Memang aliran seperti Kali Baru yang di pinggir Jalan Raya Bogor, juga Kali Cipinang, itu cukup besar dampaknya. Jadi memang dua kali ini ya yang arusnya dari hulu itu cukup besar," ucapnya.

"Ketinggian itu kalau di warga itu hampir juga dia sekitar 50 sampai 1 meter-lah ya. Jadi limpas dia dari kali itu kan. Sebagian kali itu sudah diturap sebenarnya," lanjut dia.

Turap jebol di kawasan Cibubur ditemukan sepanjang sekitar 15 meter. 

Meski begitu, Panangaran menegaskan kerusakan tersebut bukan penyebab utama banjir.

“Yang tidak jebol juga sudah tenggelam, jadi bukan karena turap jebol,” katanya.

Ia menambahkan, posisi permukiman warga yang lebih rendah dari bibir kali membuat kawasan itu rentan tergenang meski turap telah ditinggikan.


Debit air mencapai puncak sekitar pukul 01.00 WIB dengan ketinggian hingga 1 meter, sebelum berangsur surut pada pagi hari.


Sejumlah warga, terutama di Kelurahan Rambutan, mengungsi ke tempat aman. 


Pemerintah kecamatan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. (m31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.