898.864 Orang Menyeberang ke Sumatera selama Periode Mudik Lebaran 2026
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 22, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Jawa–Sumatera menunjukkan peningkatan jumlah penumpang secara kumulatif.

Berdasarkan data Posko Merak total penumpang yang menyeberang selama periode mudik Lebaran mencapai 898.864 orang.

Jumlah tersebut mencakup penumpang yang menyeberang lewat Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mulai H-10 hingga hari H Lebaran Idul Fitri 2026.

Ratusan ribu orang tersebut terdiri dari penumpang pejalan kaki, maupun penumpang dalam kendaraan. 

Angka 898.864 orang ini disebut naik 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 887.461 orang.

Baca juga: Arus Balik H+1, Penumpang Sepeda Motor Mulai Berdatangan di Pelabuhan Bakauheni

Tidak hanya penumpang, total kendaraan yang menyeberang selama periode H-10 hingga hari H Lebaran juga mengalami peningkatan signifikan. 

Tercatat sebanyak 239.608 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera, naik 6,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 225.448 unit.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk mudik lebih awal cukup tinggi, sehingga membantu mengurai kepadatan pada hari puncak.

Pada hari H (21 Maret 2026), jumlah penumpang justru tercatat  sebanyak 50.353 orang turun 7,3 persen dari tahun sebelumnya 54.323 orang.

Sementara itu total kendaraan yang menyeberang pada hari H Lebaran mencapai 13.606 unit atau turun 5,7 persen dibandingkan tahun lalu. 

Penurunan pemudik pada hari H Lebaran ini mengindikasikan distribusi arus mudik yang lebih merata dan tidak terpusat di satu hari.

ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Salah satunya penerapan kebijakan tarif tunggal (single tariff) di Pelabuhan Bakauheni.

General Manager ASDP Bakauheni, Partogi Tamba, menyampaikan bahwa kebijakan ini akan berlaku pada 23 hingga 29 April 2026. 

"Melalui skema tersebut harapannya tidak ada lagi perbedaan tarif antara layanan eksekutif dan reguler, namun pelayanan tetap diberikan secara maksimal," kata dia, Minggu (22/3/2026).

Partogi menuturkan, kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di dermaga tertentu serta mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata. 

Dengan kesiapan tujuh dermaga yang dioperasikan di Bakauheni, ASDP optimistis arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali.

"Secara keseluruhan, tren kenaikan penumpang sejak H-10 menjadi indikator positif bahwa pola mudik masyarakat semakin bergeser ke periode yang lebih panjang, sehingga mampu mengurangi kepadatan ekstrem pada hari puncak," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.