Polemik Petasan, di Semarang Atap Rusak Gegara Balon Udara, di Pekalongan 9 Remaja Dirawat di RS
Whiesa Daniswara March 22, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Hampir setiap tahun di sejumlah wilayah di Indonesia diwarnai dengan tragedi petasan yang menimbulkan kerusakan hingga korban jiwa.

Polemik petasan juga terjadi tahun ini, seperti di Semarang, Jawa Tengah yang menewaskan satu orang pelajar bernama Gilang (9), Jumat (20/3/2026)

Tak hanya satu kasus saja, terbaru ini sebuah ledakan petasan yang dibawa oleh balon udara membuat kerusakan di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (21/3/2026).

Penggunaan bahan pembuat petasan sendiri sudah diatur dalam pasal  306-308 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang baru.

Ancaman hukuman bagi pelanggar adalah hukuman penjara hingga 15 tahun.

Tak hanya itu, aturan terkait petasan juga tertuang dalam UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Peraturan Kepala Polri (Perkapolri) Nomor 17 Tahun 2017 yang mengatur soal kembang api.

Pada Sabtu sore kemarin, genteng rumah warga di Jl Mulawarman Timur, Kelurahan Kramas, Tembalang, Kota Semarang, rusak setelah balon udara yang bermuatan bahan peledak jatuh dan meledak di atas bangunan.

Mengutip TribunJateng.com, kejadian tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Tembalang, AKP Kristiyastuti Handayani.

Peristiwa tersebut terjadi saat pihak kepolisian telah melarang keras adanya penggunaan petasan di balon udara.

"Balon udara yang membawa petasan sangat berisiko menimbulkan kebakaran maupun korban jiwa," ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Ia menuturkan, ledakan terjadi sekira pukul 13.30 WIB.

Baca juga: Ledakan di Semarang Diduga dari Petasan Rakitan Pemilik Rumah, Bahan Dibeli Secara Online

Dari informasi yang ia peroleh, ada empat kali ledakan beruntun yang didengar warga.

Ternyata, ledakan berasal dari atas rumah warga bernama Darto (55).

Beruntung, rumah tersebut kosong karena ditinggal penghuninya untuk mudik.

Namun, atap dan plafon rumah Darto jebol karena ledakan.

Setelah menerima laporan dari warga, petugas dari Polsek Tembalang pun mengamankan area.

Saat olah TKP, ditemukan ratusan petasan dengan berbagai ukuran dan akhirnya diamankan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat, menerbangkan, maupun menyalakan petasan yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar," tegasnya.

9 Remaja di Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Pada Sabtu (21/3/2025) dini hari, warga di wilayah Noyotaan Gang 8, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jateng digegerkan dengan adanya ledakan keras dari sebuah rumah kosong.

Ledakan terasa sangat keras hingga membuat bangunan warga sekitar bergetar.

Edi Purnomo, ketua RT setempat mengatakan, ledakan terjadi saat ada sejumlah remaja diduga tengah merakit atau memainkan petasan di dalam rumah kosong tersebut.

Saking kerasnya suara ledakan, warga sekitar sampai berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara.

"Suaranya keras sekali sampai rumah bergetar. Setelah saya keluar, terlihat asap dari arah Lorong,"

"Ternyata sumbernya dari rumah kosong ini," ujarnya.

Saat dihampiri warga, ada sejumlah remaja yang alami luka ringan yang keluar dari rumah kosong tersebut.

Warga pun berusaha menolong menggunakan kendaraan pribadi untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: 5 Populer Regional: Kasus Mutilasi di Samarinda - Bocah SD Tewas Terkena Ledakan Petasan

"Korban kurang lebih ada sembilan orang. Satu orang, mengalami luka parah. 9 remaja di rawat di RS Siti Khotijah Pekalongan," imbuhnya, dikutip dari TribunJateng.com.

Ia menceritakan, ledakan keras tersebut membuat rumahnya ikut bergetar.

Selain merobohkan rumah kosong, ledakan petasan juga membuat bangunan-bangunan di sekitarnya rusak.

Ledakan di Ponorogo Tewaskan 1 Orang Pelajar

Pada awal Maret 2026 lalu, ledakan akibat petasan juga terjadi di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kauman, Ponorogo, Jawa Timur.

Ledakan tersebut menewaskan satu orang pelajar SMP, Minggu (1/3/2026).

Ledakan tersebut terjadi di rumah salah satu warga bernama Minten, dan korban tewas adalah putra dari pemilik rumah.

Pihak kepolisian menduga, ledakan terjadi saat petasan atau mercon sedang dirakit.

Seorang warga sekitar, Bonari mengatakan, ternyata lokasi ledakan merupakan markas perakitan petasan.

Kepada TribunJatim.com, ia mengatakan bahwa para tetangga sudah sering kali mengingatkan Minten untuk tak merakit petasan.

"Kami menyebutnya markas. Bukan sekali dua kali, sudah sering terjadi selalu bikin merakit petasan," ungkap Bonari.

Ia mengatakan, warga sudah berkali-kali menegur namun tak digubris oleh pemilik rumah.

Hingga akhirnya terjadi ledakan pada Minggu (1/3/2026) yang menewaskan anak pemilik rumah.

Bahkan, ada dua orang lainnya yang dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar.

Bonari menambahkan, ledakan terjadi sangat keras.

"Bukan keras lagi, soalnya rumah saya dekat,"

Baca juga: Tragedi Jelang Lebaran 2026: Petasan Meledak di Semarang hingga Jombang, Ada Korban Jiwa

"Kirain ban meletus nggak tahunya asap mengepul. Keras banget, dahsyat," tambah Bonari.

Menurut Bonari, rumah Minten menjelang lebaran pasti dipakai untuk membuat petasan maupun balon udara.

"Dapat bahan peledak dari mana? Kurang tahu itu masih ditelusuri infonya itu. Di sini jadi markas,"

"Jelang Lebaran, sudah sering diperingatkan, tapi tidak digubris," ungkapnya.

Bocah di Semarang Tewas

Ledakan terjadi di sebuah rumah di Kota Semarang beberapa hari lalu.

Tak hanya menimbulkan kerusakan, namun juga menimbulkan korban jiwa.

Bocah bernama Gilang (9), meninggal dunia setelah terjadi ledakan di rumahnya, di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) dini hari.

Dua anggota keluarga lainnya juga alami luka-luka setelah ledakan terjadi.

Ledakan tersebut juga merusak rumah dan bangunan di sekitarnya.

Warga sekitar yang mendengar ledakan pun langsung berhamburan keluar rumah.

Polisi yang mendapatkan laporan pun langsung menuju TKP.

"Ya, tadi dari Libas ada laporan ada ledakan, terus dari piket SPKT mendatangi TKP, ternyata ledakannya termasuk besar rupanya dan ada korban meninggal dunia,"

"Makanya semua tim turun di lapangan termasuk saya karena ada korban," ungkap Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah.

Mengutip TribunJateng.com, ia masih belum bisa membeberkan penyebab ledakan tersebut.

Selain itu, korban meninggal juda masih menjalani proses autopsi di rumah sakit.

Baca juga: Viral Mobil Terbakar di Mampang Jaksel, Ternyata Penyebabnya Bukan Petasan tapi Hal Ini

"Untuk indikasi saat ini kita belum bisa menyampaikan karena korban masih dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi," imbuh dia.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan.

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan faktor yang memicu kejadian tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di lingkungan rumah tangga juga membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJateng.com, Reza Gustav Pradana)(TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.