Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
TRIBUNDEPOK - Depok kirim banjir ke wilayah Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3/2026) sore.
Akibatnya 10 RW di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur kebanjiran di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal itu diungkapkan Camat Ciracas, Panangaran Ritonga sehari setelah banjir Ciracas, Jakarta Timur.
Panangaran memastikan banjir di Ciracas bukan hanya karena turap jebol. Banjir terjadi terjadi lantaran kiriman air deras dari wilayah hulu di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
"Banyak yang salah persepsi di sini, seakan-akan gara-gara itu jebol gitu, bukan ya. Tanpa jebol pun air sudah limpas," ujar Panangaran saat dihubungi, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, hujan deras di Cimanggis terjadi sejak sore hingga malam hari, Sabtu (21/3/2026).
Sementara aliran air mulai meningkat sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan di Ciracas telah berhenti.
Luapan air tersebut menyebabkan permukiman warga terendam dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 1 meter.
Air melimpas dari kali yang sebagian sudah diturap.
"Hujan mulai setengah 5 kemudian sampai jam 7 malam. Tapi air ini besarnya itu mulai setengah 7 dari hulu. Ini indikasi penyebabnya curah hujan di daerah Cimanggis cukup besar. Memang aliran seperti Kali Baru yang di pinggir Jalan Raya Bogor, juga Kali Cipinang, itu cukup besar dampaknya. Jadi memang dua kali ini ya yang arusnya dari hulu itu cukup besar," ucapnya.
"Ketinggian itu kalau di warga itu hampir juga dia sekitar 50 sampai 1 meter-lah ya. Jadi limpas dia dari kali itu kan. Sebagian kali itu sudah diturap sebenarnya," lanjut dia.
Turap jebol di kawasan Cibubur ditemukan sepanjang sekitar 15 meter.
Meski begitu, Panangaran menegaskan kerusakan tersebut bukan penyebab utama banjir karena kiriman dari Depok.
“Yang tidak jebol juga sudah tenggelam, jadi bukan karena turap jebol,” katanya.
Ia menambahkan, posisi pemukiman warga yang lebih rendah dari bibir kali membuat kawasan itu rentan tergenang meski turap telah ditinggikan.
Debit air mencapai puncak sekitar pukul 01.00 WIB dengan ketinggian hingga 1 meter, sebelum berangsur surut pada pagi hari.
Sejumlah warga, terutama di Kelurahan Rambutan, mengungsi ke tempat aman.
Pemerintah kecamatan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
Sebanyak 10 RW di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Saat ini, genangan air berangsur surut dan tersisa sekitar 15–20 sentimeter.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengatakan kondisi mulai membaik sejak Minggu (22/3/2026) pagi.
"Pukul 06.00 WIB ketinggian air tinggal 15 sampai 20 sentimeter, sudah berangsur surut, meski belum sepenuhnya kering,” ujarnya.
Banjir terjadi sejak Sabtu (21/3/2026) pukul 19.00 WIB akibat kenaikan debit air kiriman dari hulu, meski hujan di wilayah Ciracas telah reda.
Baca juga: 14 Ribu Warga di Depok Terkena Banjir di Tengah Idul Fitri 1447 Hijriah
Ketinggian air mencapai puncaknya sekitar pukul 01.00 WIB.
Menurut Panangaran, luapan air berasal dari Kali Baru dan Kali Cipinang yang tidak mampu menampung debit air.
Di pemukiman warga, ketinggian air berkisar antara 50 sentimeter hingga 1 meter.
Dampak banjir membuat sejumlah warga, khususnya di Kelurahan Rambutan, mengungsi ke kantor kelurahan dan rumah tetangga yang tidak terdampak.
"Naiknya air mulai jam 7 malam ya, naik-naik terus sampai jam 1 tadi malam itu. Dan ini yang mengindikasikan hujan di hulu di wilayah Cimanggis ini cukup deras kemungkinannya kemarin ini," tuturnya.
“Air itu kalau di warga itu hampir juga dia sekitar 50 sampai 1 meter-lah ya. Jadi limpas dia dari kali itu kan," sambung dia.
Bantuan pangan telah disalurkan, meski belum menjangkau seluruh warga terdampak.
“Ada yang mengungsi ke kelurahan, ada juga ke tetangga. Tapi memang banyak rumah kosong karena ditinggal mudik,” kata dia.
Sementara itu sebanyak 14.700 warga Depok kebanjiran di tengah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026).
Dilaporkan hingga kini petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi hujan susulan di Depok.
“Untuk saat ini kondisinya sudah tertangani semuanya. Sudah mulai surut di semua lokasi,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Rahman Pujiarto seperti dimuat Kompas.com Minggu (22/3/2026).
Dilaporkan pada hari Sabtu lalu 3.675 rumah di Depok terendam banjir.
Berdasarkan laporan DPKP, terdapat delapan titik banjir yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya kawasan Sopo Marwah dan Bukit Nekesatu di Kecamatan Cimanggis. (m31)