TribunBatam.id,BATAM-Harga tiket pesawat dari Kota Batam menuju berbagai kota masih terpantau tinggi menjelang puncak arus balik mudik Lebaran 2026.
Tingginya tarif ini dipicu lonjakan permintaan penumpang yang mulai kembali ke kota perantauan setelah libur panjang.
Di mana untuk rute Batam–Padang, tiket penerbangan pada Senin (23/3) dilaporkan telah habis terjual.
Sementara pada tanggal berikutnya, harga tiket masih bertahan di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, dan hanya tersedia untuk penerbangan transit.
Sedangkan penerbangan langsung baru dapat ditemukan pada 30 Maret 2026.
Pihak Maskapai juga mendata kursi penerbangan langsung telah lebih dulu habis dibooking oleh para pemudik yang bersiap melakukan perjalanan arus balik.
Kondisi serupa terjadi pada rute Batam menuju Kualanamu, Medan.
Sejak 23 Maret, harga tiket tercatat di atas Rp 5 juta dan didominasi penerbangan transit.
Penerbangan langsung baru kembali tersedia mulai 27 Maret dengan harga yang berangsur normal.
Berdasarkan proyeksi pengelola bandara, puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 28 Maret.
Perkiraan ini mengacu pada pola tahunan serta momentum berakhirnya masa cuti bersama yang biasanya diikuti lonjakan kepulangan pekerja ke kota asal aktivitas.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Anton Marthalius, menyampaikan arus balik mulai berlangsung hari ini.
"Arus balik mulai terlihat berangsur hari ini. Namun, kita prediksi puncaknya sekitar tanggal 28 Maret," ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Anton juga menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi kepadatan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Salah satunya melalui pengaturan slot penerbangan guna menghindari penumpukan pesawat dan penumpang pada jam sibuk, terutama di area check-in.
Selain itu, peningkatan kapasitas layanan juga dilakukan di titik pemeriksaan keamanan atau Security Check Point (SCP).
Melalui penambahan fasilitas, kini bandara mampu melayani hingga tujuh penerbangan per jam, meningkat dari sebelumnya enam penerbangan.
“Inovasi ini kami lakukan agar proses pemeriksaan penumpang lebih cepat dan antrean bisa diminimalisir saat puncak arus balik,” katanya.
Di sisi lain, aktivitas penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak periode arus mudik.
Data posko mencatat, total pergerakan penumpang pada 13 hingga 19 Maret 2026 mencapai 114.700 orang.
Jumlah ini meningkat 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 102.917 penumpang.
Puncak arus mudik sendiri terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang harian mencapai 19.942 orang, seiring dimulainya masa libur bersama.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu dalam periode yang sama, terjadi peningkatan sebesar 11,4 persen.
Ini menunjukkan tren pemulihan sekaligus pertumbuhan transportasi udara yang cukup signifikan,” terangnya.
Anton juga menjelaskan, saat ini komposisi pergerakan penumpang masih didominasi oleh keberangkatan dari Batam sebesar 60 persen, sementara kedatangan berada di angka 40 persen.
Kondisi ini diperkirakan akan segera berbalik seiring dimulainya arus balik.
“Dalam waktu dekat, komposisi ini akan berubah, di mana kedatangan akan meningkat tajam saat arus balik mencapai puncaknya,” ungkapnya.
Anton juga menambahkan bahwa dari sisi rute penerbangan, jalur domestik masih menjadi tulang punggung mobilitas penumpang selama periode Lebaran.
Rute menuju Jakarta (Soekarno-Hatta) tercatat sebagai yang paling padat dengan total 23.634 penumpang.
"Disusul rute ke Kualanamu, Medan sebanyak 7.927 penumpang, serta Pekanbaru dengan 7.313 penumpang,"tutupnya.(blt)