SURYA.CO.ID, JOMBANG - Kepadatan lalu lintas mulai terjadi di kawasan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026) sore.
Antrean kendaraan mengular panjang hingga sekitar 4 kilometer, menyebabkan para pengendara terjebak macet lebih dari satu jam.
Lonjakan volume kendaraan terlihat didominasi mobil pribadi berpelat nomor luar daerah, terutama dari Surabaya dan Sidoarjo yang bergerak menuju wilayah barat seperti Nganjuk dan Kediri.
Kepadatan mulai terasa sejak sore hari dan terus meningkat seiring tingginya mobilitas arus balik.
Baca juga: Ada 2.286 Pelanggan Kereta Api di Stasiun Kediri di H2 Lebaran, Daop 7 Catat Lonjakan Penumpang
Simpang tiga Mengkreng menjadi titik paling krusial dalam kemacetan kali ini.
Lokasi tersebut merupakan pertemuan arus kendaraan dari tiga arah utama, yakni Jombang, Nganjuk, dan Kediri, yang kerap menjadi bottleneck saat momentum mudik maupun arus balik Lebaran.
Aparat kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan, termasuk menerapkan sistem buka-tutup arus kendaraan.
Namun, derasnya volume lalu lintas membuat laju kendaraan tetap tersendat dan tidak bisa sepenuhnya terurai.
Tak hanya di simpang Mengkreng, kepadatan juga terjadi di perlintasan kereta api di Desa Plosorejo.
Setiap kali kereta melintas, arus kendaraan terpaksa berhenti total sehingga memicu penumpukan panjang, terlebih dengan tambahan kendaraan dari exit Tol Bandarkedungmulyo.
Baca juga: Arus Lalu Lintas di Simpang Mengkreng Ramai Lancar Didominasi Kendaraan Pribadi di Hari Lebaran
Sejumlah pemudik mengaku perjalanan mereka jauh lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Handoko (55), warga Sidoarjo yang menuju Kertosono, Nganjuk, menyebut dirinya terjebak macet sejak keluar tol.
“Antreannya panjang sekali, dari exit tol sudah padat. Saya butuh lebih dari satu jam untuk lewat,” ucapnya kepada SURYA.CO.ID.
Keluhan serupa disampaikan Rusman (49), pemudik asal Surabaya.
Ia mengaku waktu tempuh perjalanan meningkat drastis akibat kemacetan.
“Berangkat pagi, tapi sampai sore masih di jalan. Tadi sempat terjebak macet satu sampai dua jam, cuacanya juga panas,” katanya.
Warga sekitar memperkirakan kepadatan lalu lintas di jalur tersebut masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, seiring tingginya arus kendaraan dari arah Surabaya menuju wilayah barat Jawa Timur maupun sebaliknya.
Pengendara diimbau tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik dan kendaraan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran bersama.