Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga memadati layanan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek untuk menghabiskan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, sekaligus memanfaatkan tarif khusus sebesar Rp1 dengan tujuan utama Stasiun Dukuh Atas

Seorang warga asal Bekasi, Zahra (32), mengaku sengaja menggunakan LRT untuk berlibur ke pusat kota bersama keluarganya.

"Lebih praktis naik LRT, apalagi tarifnya masih terjangkau banget pas Lebaran. Kami mau ke Dukuh Atas, lanjut jalan-jalan ke Sudirman," kata Zahra saat ditemui di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu.

Kepadatan penumpang mulai terlihat sejak pagi hingga sore hari yang didominasi oleh masyarakat untuk berwisata maupun bersilaturahmi.

Pengguna LRT Jabodebek umumnya berangkat dari Stasiun Kampung Rambutan, Stasiun Ciliwung, hingga Stasiun TMII menuju pusat kota melalui Stasiun Dukuh Atas.

Stasiun tersebut terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, yakni MRT, KRL dan Transjakarta.

"Stasiun Dukuh Atas terintegrasi ke semua kan, jadinya memudahkan akses kita ke berbagai destinasi wisata di Jakarta," ucap Zahra.

Hal senada disampaikan Ardi (27), warga Cibubur, yang memilih LRT menuju pusat ibu kota untuk menghindari kemacetan di jalan tol.

"Kalau pakai kendaraan pribadi pasti macet. Naik LRT lebih cepat dan nyaman, apalagi langsung ke Dukuh Atas yang jadi pusat transportasi," kata Ardi.

Menurut Ardi, dirinya bisa lebih santai saat di dalam LRT tanpa harus mengendarai mobil pribadi.

"Kalau naik LRT bisa sambil melihat ponsel, santai dulu, istirahat sambil nunggu sampai tujuan. Kalau naik mobil pribadi kan harus nyetir, capek di jalan menghadapi macet," ujar Ardi.

Tarif spesial Rp 1 untuk transportasi umum seperti MRT, LRT Jabodebek, dan Transjakarta masih berlaku hingga hari kedua Lebaran 2026, Minggu (22/3).

Kebijakan tarif khusus ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek sebagai pilihan mobilitas di kawasan perkotaan.

Terutama pada periode libur Lebaran yang identik dengan tingginya aktivitas perjalanan.