Pulih Pasca Banjir jadi Momentum Pererat Kebersamaan Warga Malinau di Idul Fitri 2026
Amiruddin March 22, 2026 04:49 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Malinau tahun ini diwarnai dengan aktivitas pemulihan lingkungan, setelah genangan banjir besar melanda wilayah kota, Minggu (22/3/2026).

Sejumlah warga di wilayah Malinau Kota terpantau masih membersihkan sisa lumpur di kediaman mereka,  sembari merayakan hari kemenangan, setelah dua hari sebelumnya terendam luapan air.

Kondisi ini terjadi akibat banjir luapan sungai yang merata, merendam hampir 90 persen wilayah pemukiman di pusat pemerintahan Kabupaten Malinau, sejak beberapa hari lalu.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa, menyampaikan bahwa situasi tahun ini memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena faktor cuaca yang ekstrem menjelang lebaran.

"Dua hari yang lalu Kabupaten Malinau menghadapi banjir dan banjir itu merata hampir 90 persen di Malinau Kota ini terendam ya, dan itu pasti sangat signifikan mempengaruhi keluarga-keluarga kita terutama dalam mempersiapkan hari raya ini," ujar Wempi W Mawa, saat berkunjung ke open House Wabup Malinau kemarin, Sabtu (21/4/2026).

Meski demikian, aktivitas masyarakat berangsur normal, seiring dengan surutnya ketinggian air yang mulai terjadi sejak Jumat lalu, sehingga persiapan hari raya tetap dapat berjalan.

 

BANJIR MALINAU - Kondisi genangan air di jalan protokol, Kabupaten Malinau, Kamis (19/3/2026). Luapan sungai dan banjir kiriman mengakibatkan aktivitas warga di pusat perkotaan lumpuh total akibat banjir setinggi satu meter. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI)
BANJIR MALINAU - Kondisi genangan air di jalan protokol, Kabupaten Malinau, Kamis (19/3/2026). Luapan sungai dan banjir kiriman mengakibatkan aktivitas warga di pusat perkotaan lumpuh total akibat banjir setinggi satu meter. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

 

Baca juga: Banjir di Malinau, Pertama Kalinya Dua Buaya Ditemukan Naik ke Jalan

 

Wempi W Mawa menjelaskan bahwa semangat kebersamaan di Bumi Intimung justru semakin kuat, terlihat saat warga saling bantu membersihkan rumah dan fasilitas umum pascabencana.

Pemerintah daerah bersama jajaran pegawai juga tetap menjalankan tradisi silaturahmi lintas agama, dengan mengunjungi tokoh masyarakat, dan warga muslim yang merayakan Idul Fitri.

"Walaupun ini dalam suasana libur panjang, kami datang bersama-sama dengan para pejabat yang Nasrani dan beragama lain, untuk berkunjung ke saudara-saudara kita Muslim, sebagai bentuk kebersamaan," ucap Wempi W Mawa.

Momentum Idul Fitri ini diharapkan menjadi awal semangat baru bagi seluruh masyarakat Malinau, untuk bangkit dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah setelah melewati masa sulit.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.