TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Malinau tahun ini diwarnai dengan aktivitas pemulihan lingkungan, setelah genangan banjir besar melanda wilayah kota, Minggu (22/3/2026).
Sejumlah warga di wilayah Malinau Kota terpantau masih membersihkan sisa lumpur di kediaman mereka, sembari merayakan hari kemenangan, setelah dua hari sebelumnya terendam luapan air.
Kondisi ini terjadi akibat banjir luapan sungai yang merata, merendam hampir 90 persen wilayah pemukiman di pusat pemerintahan Kabupaten Malinau, sejak beberapa hari lalu.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, menyampaikan bahwa situasi tahun ini memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena faktor cuaca yang ekstrem menjelang lebaran.
"Dua hari yang lalu Kabupaten Malinau menghadapi banjir dan banjir itu merata hampir 90 persen di Malinau Kota ini terendam ya, dan itu pasti sangat signifikan mempengaruhi keluarga-keluarga kita terutama dalam mempersiapkan hari raya ini," ujar Wempi W Mawa, saat berkunjung ke open House Wabup Malinau kemarin, Sabtu (21/4/2026).
Meski demikian, aktivitas masyarakat berangsur normal, seiring dengan surutnya ketinggian air yang mulai terjadi sejak Jumat lalu, sehingga persiapan hari raya tetap dapat berjalan.
Baca juga: Banjir di Malinau, Pertama Kalinya Dua Buaya Ditemukan Naik ke Jalan
Wempi W Mawa menjelaskan bahwa semangat kebersamaan di Bumi Intimung justru semakin kuat, terlihat saat warga saling bantu membersihkan rumah dan fasilitas umum pascabencana.
Pemerintah daerah bersama jajaran pegawai juga tetap menjalankan tradisi silaturahmi lintas agama, dengan mengunjungi tokoh masyarakat, dan warga muslim yang merayakan Idul Fitri.
"Walaupun ini dalam suasana libur panjang, kami datang bersama-sama dengan para pejabat yang Nasrani dan beragama lain, untuk berkunjung ke saudara-saudara kita Muslim, sebagai bentuk kebersamaan," ucap Wempi W Mawa.
Momentum Idul Fitri ini diharapkan menjadi awal semangat baru bagi seluruh masyarakat Malinau, untuk bangkit dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah setelah melewati masa sulit.
(*)
Penulis : Mohammad Supri