TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan Idul Fitri di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), berlangsung damai dan penuh suasana toleransi, Sabtu (21/3/2026).
Umat Kristen yang merupakan mayoritas di Manado, turut berjaga saat pelaksanaan Salat Ied.
Tradisi pasiar pun digelar.
Umat Muslim menjamu tamu yang sebagian besarnya adalah umat non Muslim.
Seperti Can. Ia gelar open house. Yang datang kebanyakan rekan kerjanya.
"Sebagian besar non muslim," katanya.
Can mengaku hubungan mereka layaknya saudara.
Itu nampak dalam acara pesiar itu.
"Mereka bawa keluarga, ucapkan selamat pada kota lantas makan bersama," kata dia.
Melengkapi kemeriahan itu, digelar acara karaoke bersama usai makan.
Semua dapat giliran bernyanyi. "Sungguh sejuk," kata dia.
Lain lagi dengan Mario. Di momen Idul Fitri, dirinya mengunjungi tantenya yang Muslim.
Uniknya sang tante dulunya adalah "Mama Ani-nya", sebelum menjadi Muslim.
Perpindahan keyakinan itu tak membuat keluarganya protes.
"Kami tetap bersaudara, saling pesiar kalau ada hari raya, kalau Natal ia pesiar ke rumah saya," katanya.
Di rumah tantenya, ia menuturkan, berkumpul keluarga besar yang sebagian besar Kristen.
"Kami makan makan, ngerumpi hingga karaoke bersama," katanya.
Terpantau Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang juga turut pesiar ke rumah warga yang beragama Muslim. (Art)
Baca juga: Liburan Pasca Idul Fitri, Warga Padati Pantai Karangria Manado