Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi jembatan darurat di Wai Madoul, Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terendam banjir pada Minggu (22/3/2026).
Pantauan di lokasi, air sungai meluap hingga menutupi badan jembatan darurat yang menjadi akses utama warga.
Arus air terlihat cukup deras dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa, sehingga menyulitkan aktivitas penyeberangan.
Sejumlah warga tampak berkumpul di sekitar lokasi.
Sebagian lainnya terpaksa menyeberang dengan berjalan kaki secara hati-hati, meski kondisi tersebut cukup berisiko.
Warga setempat mengaku, jembatan darurat tersebut memiliki konstruksi yang terlalu rendah, sehingga mudah terendam saat debit air meningkat.
“Jembatan ini memang terlalu rendah, jadi kalau air naik sedikit saja sudah langsung tertutup. Bahkan kalau pasang air laut, permukaannya hampir sama dengan jembatan,” ujar Bapak Amat, warga sekitar.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan Energi di Papua Maluku Tetap Siaga Sepanjang Idul Fitri
Baca juga: Siklon Tropis Narelle Potensi Sebabkan Gelombang Tinggi di Laut Arafuru
Menurutnya, kondisi tersebut baru pernah terjadi, sebab jembatan darurat tersebut baru dibangun bulan ini.
"Baru pertama terjadi kaya begini, jembatan darurat ini juga baru dibangun," katanya.
Akibatnya kondisi itu, akses transportasi warga menjadi terganggu, bahkan lumpuh total.
Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera membangun jembatan permanen dengan konstruksi yang lebih tinggi dan kuat.
“Kami berharap pemerintah bisa bangun jembatan yang layak, jangan seperti ini terus. Supaya kalau banjir atau pasang air, jalan tetap bisa dilewati,” tutupnya.
Diberikan sebelumnya, akses transportasi di wilayah Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kini mulai kembali lancar setelah dibangunnya jembatan darurat Wai Madoul.
Sebelumnya, jalur tersebut kerap mengalami gangguan bahkan lumpuh total ketika terjadi banjir maupun pasang air laut.
Kondisi itu membuat warga kesulitan melintas karena badan jalan dipenuhi air hingga menyulitkan kendaraan apapun untuk melintas.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Senin (16/3/2026), jembatan darurat tersebut dibangun menggunakan timbunan batu serta gorong-gorong sebagai saluran air.
Meski masih bersifat sementara, jembatan itu cukup membantu memperlancar mobilitas masyarakat.(*)