TRIBUNPALU.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Matindas J Rumambi, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) khusus ke wilayah pedalaman Kabupaten Banggai untuk menemui warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Saluan Bohinunuk di Desa Simpang Dua, Kecamatan Simpang Raya, Minggu (22/3).
Kunjungan ini dilakukan guna menyerap aspirasi langsung dari masyarakat adat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar pemerintah.
Baca juga: Peringatan Hari Air Sedunia, Tujuh Tempat di Banggai Bisa Didatangi di Hari Libur
Matindas menegaskan bahwa negara harus hadir di tengah-tengah komunitas adat untuk memastikan hak-hak sipil, pendidikan, dan kesehatan mereka terpenuhi tanpa menggerus kearifan lokal yang ada.
"Kami datang ke Suku Saluan Bohinunuk untuk melihat langsung kondisi saudara-saudara kita di sini. Masalah infrastruktur jalan, akses air bersih, serta legalitas wilayah adat menjadi poin krusial yang akan kami bawa ke tingkat pusat," ujar Matindas di hadapan tokoh adat dan warga setempat.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
Baca juga: Ariel Tatum dan Daffa Wardhana Diduga Putus Usai Foto Hilang, Perbedaan Pandangan Soal Anak Mencuat
Pemberdayaan Ekonomi: Dorongan agar potensi lokal suku Saluan dapat dikelola secara mandiri guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Akses Pendidikan dan Kesehatan: Memastikan anak-anak komunitas adat mendapatkan layanan sekolah yang layak dan fasilitas kesehatan yang terjangkau.
Perlindungan Wilayah Adat: Menindaklanjuti kekhawatiran warga terkait penetapan batas wilayah agar tidak terjadi konflik dengan kepentingan korporasi atau pihak luar.
Matindas juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan pemerintah daerah dalam program pemberdayaan KAT.
Baca juga: Trump Murka Terkait Blokade Selat Hormuz, Ancam Ratakan PLTU Iran dalam Waktu 48 Jam
Ia berkomitmen untuk mengawal usulan pembangunan pemukiman yang layak bagi suku Saluan agar mereka bisa hidup lebih sejahtera namun tetap mempertahankan jati diri budayanya.
Kunjungan diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis serta dialog hangat bersama masyarakat.
Kehadiran legislator asal Sulawesi Tengah ini disambut antusias oleh warga yang berharap aspirasi mereka dapat segera terealisasi melalui kebijakan di DPR RI.(*)