TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Inter Milan memiliki mimpi selangit, yakni merekrut Nico Williams. Tapi Nerazzurri harus jual pemain terlebih dahulu.
Jelang bursa transfer musim panas 2026, Inter Milan tampak aktif berburu sejumlah pemain.
Sementara itu, Nico Williams menjadi salah satu pemain yang menjadi incaran Inter Milan.
Pemain kelahiran 2002 ini diidentifikasi sebagai profil ideal untuk mendorong evolusi taktik Cristian Chivu.
Baca juga: Demi Perlancar Kepindahan ke Inter Milan, Kiper Tottenham Jalani Operasi Hernia
Baca juga: Inter Milan Getok Harga Alessandro Bastoni Hingga Rp 1,9 T, Barcelona Mundur Teratur
Menurut L’Interista, Inter Milan memandang Nico Williams sebagai pemain yang paling cocok dengan rencana peralihan mereka ke sistem 3-4-2-1.
Dalam formasi tersebut, pemain internasional Spanyol ini akan beroperasi di belakang seorang striker tunggal, posisi yang akan menampilkan kemampuan dribbling, kemampuan menembus lini pertahanan, dan kecepatan eksplosifnya secara maksimal.
Kedatangannya akan memiliki makna ganda.
Ini akan menandakan ambisi Inter Milan untuk bersaing di level tertinggi dalam beberapa musim mendatang dan sekaligus memberi Cristian Chivu senjata kreatif yang dibutuhkan sistem barunya.
Lebih lanjut, Inter Milan diketahui telah mengamati Nico Williams sebelumnya.
Pemilik klub Oaktree melihatnya sebagai jenis rekrutan utama yang memberikan dampak baik secara olahraga maupun komersial.
Namun, Inter Milan bakal dihadapkan pada satu tantangan besar, yakni finansial.
Menurut Transfermarkt, nilai pasar Nico Williams berada di angka 50 juta euro.
Sementara itu, klub winger Spanyol itu, Athletic Bilbao, tentu takkan melepas winger Spanyol itu begitu saja, kecuali mendapat dana yang besar.
Hal ini mengingat peran penting sang pemain untuk klub.
Tercatat, Nico Williams sudah tampil sebanyak 26 kali dari 43 pertandingan Atheltic Bilbao di semua kompetisi, dengan menyumbang empat gol dan enam assist.
Di sisi lain, winger Spanyol itu juga terikat kontrak jangka panjang dengan Athletic Bilbao, yakni hingga 2035.
Oleh karena itu, Inter Milan harus harus menghasilkan dana yang besar dari penjualan pemain tim utama mereka saat ini apabila serius ingin mendatangkan sang pemain.
Hanya dengan begitu dewan direksi akan merasa nyaman mendukung Chivu dengan investasi sebesar ini.
Identitas pemain yang akan pergi tersebut tetap menjadi variabel kunci, tetapi setidaknya, impiannya sudah jelas.
(TribunJatimTimur.com)