TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bakauheni – Selama periode arus mudik Lebaran 2026, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah penumpang sejak H-10 hingga hari H mencapai 428.862 orang, meningkat 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 414.605 orang.
Jumlah total penumpang tersebut meliputi pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan.
Peningkatan juga terlihat pada jumlah kendaraan yang menyeberang, dengan total sebanyak 87.937 unit kendaraan, naik 7,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 81.803 unit.
Pada hari H (21 Maret 2026), aktivitas penyeberangan di lintasan Sumatera–Jawa terpantau cukup padat. Selama 24 jam, total perjalanan kapal yang beroperasi mencapai 83 trip. Jumlah penumpang pada hari tersebut tercatat sebanyak 25.934 orang, meningkat 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 24.478 orang.
Dari sisi jenis kendaraan, sepeda motor mengalami lonjakan signifikan, yakni 1.673 unit atau naik 20,4 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda empat tercatat sebanyak 3.896 unit, naik 8,3 persen, sedangkan bus mencapai 206 unit atau meningkat 11,4 persen.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang pada hari H mencapai 5.775 unit, atau naik 2,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebanyak 5.632 unit.
Menghadapi potensi lonjakan arus balik Lebaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan kelancaran penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera.
Kepala KSOP Bakauheni, Capt. Suratno, mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi peningkatan pergerakan penumpang dan kendaraan dengan menyiagakan armada kapal secara fleksibel.
Dalam kondisi normal, sebanyak 28 kapal dioperasikan, namun jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi 34 kapal saat terjadi lonjakan, bahkan hingga 40 kapal jika situasi dianggap kritis.
"Penambahan armada ini difokuskan untuk mengangkut pemudik di dermaga ASDP, mulai dari pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, hingga bus golongan tertentu," ujar Suratno, Minggu (22/3/2026).
Selain itu, KSOP akan menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) secara situasional untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan.
Dengan skema ini, kapal yang tiba di Pelabuhan Merak hanya melakukan pembongkaran muatan tanpa melayani pemuatan kembali di dermaga tertentu, sehingga waktu sandar kapal dapat dipersingkat.
Uji coba skema TBB ini rencananya akan dilakukan di dua dermaga di Pelabuhan Merak dan dapat diperluas hingga empat dermaga, tergantung pada kondisi kepadatan di lapangan.
KSOP juga memberlakukan pembatasan kendaraan barang hingga H+7 Lebaran untuk mengurangi beban lalu lintas penyeberangan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu arus kendaraan pribadi dan penumpang lebih terurai.
Capt. Suratno juga menegaskan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola pelabuhan dan operator kapal, terus dilakukan untuk mengoptimalkan manajemen pergerakan kendaraan dan penumpang.
“Dengan berbagai langkah tersebut, KSOP Bakauheni optimistis dapat mengantisipasi lonjakan arus balik serta menjaga kelancaran distribusi penumpang dan kendaraan di lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia,” ujarnya.
“Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan masyarakat dapat melakukan perjalanan arus balik dengan aman dan nyaman,” tutup Suratno.
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)